Story cover for Raina by meawgurl
Raina
  • WpView
    LECTURES 746
  • WpVote
    Votes 313
  • WpPart
    Chapitres 3
  • WpView
    LECTURES 746
  • WpVote
    Votes 313
  • WpPart
    Chapitres 3
En cours d'écriture, Publié initialement mars 19, 2020
Bagi Raina rumah yang harusnya menjadi sumber  kebahagiaannya malah terasa seperti neraka yang mencekam. Pertengkaran kedua orang tuanya yang selalu terjadi, kejadian 6 tahun lalu yang menimpa membuatnya harus merasakan trauma dalam dirinya. 

Fano laki-laki berparas tampan dengan hatinya yang dibawa pergi oleh seseorang yang tak ingin dia ingat kembali. Membuatnya tak percaya lagi dengan yang namanya cinta, karena menurutnya hatinya sudah mati sejak orang yang dia cintai pergi begitu saja tanpa meninggalkan sepatah kata pun.

 Raina berhasil membuat Fano percaya lagi pada cinta dan merasakan kehangatan cinta itu.

 Fano berhasil memberikan raina kebahagiaan dan kehangatan yang belum pernah ia rasakan, membuatnya merasa seakan berada dirumah.

Raina Adinda Maheswari gadis dengan senyum sumringah di wajahnya, tapi dengan seribu luka di hatinya.

Stefano Aditya Caesar pria dengan sifat dingin di wajahnya, tapi dengan seribu kehangatan dalam dirinya. 

Akankan mereka sama-sama menyembuhkan hati yang telah lama terluka? atau mereka hanya akan berdiam dan membiarkan lukanya bertambah besar dan mati dengan sendirinya? 

Baca kelanjutan ceritanya jika ingin tau apa yang akan sama² mereka lakukan. 

-A teenfiction story by imlychee

Note: Cerita ini sepenuhnya hasil dari halu aku yang absurd. Jangan lupa vote dan komen❤
Tous Droits Réservés
Inscrivez-vous pour ajouter Raina à votre bibliothèque et recevoir les mises à jour
ou
Directives de Contenu
Vous aimerez aussi
Rainangkasa #2 [END], écrit par AmandaPutri685
38 chapitres Terminé
Hujan memang diciptakan untuk dijatuhkan. Semau dan semampu apapun hujan bertahan, tetap saja jatuh ialah keharusan. Semesta tak kenal kasih. Semesta tak pernah memilih. Jika sebuah hati berpaling, itu bukan salah semesta. Jika pada akhirnya harus mengenal perpisahan, itu juga bukan salah semesta. Salah seseorang yang tak bisa menjaga, salah seseorang yang hanya memberi kecewa. Hujan tak pernah menuntut perlakuan istimewa, namun bukan berarti dirinya diabaikan. ***** "Sa, aku cuma bantu kamu buat bebas. Biar kamu gak lagi sembunyi-sembunyi jalan sama cewek mana pun. Ini satu-satunya cara yang terbaik buat aku dan juga kamu." "Ra... " suara Angkasa berubah parau. Gerimis yang jatuh seakan menusuk seluruh tubuh Angkasa membuatnya merasa kesakitan, terutama hatinya. Namun di sini bukan hanya Angkasa yang merasa sakit, tapi Raina juga. Perempuan itu jauh lebih sakit. "Gue janji, Ra. Gue janji bakal berubah. Kasih gue satu kesempatan lagi." pintanya. Raina menggeleng seraya menarik lengannya. Kemudian, ia beranjak bangun. Disusul oleh Angkasa. Kini keduanya saling berhadapan dengan keadaan basah kuyup. "Aku harap suatu saat kamu temuin perempuan yang bisa bikin kamu bahagia, Sa." ***** Hubungan mereka berada di ambang perpisahan ketika perlahan-perlahan seseorang mengusik hati masing-masing. Ketika kisahnya tak lagi tentang dua orang yang jatuh cinta, tapi tentang dua orang yang sama-sama terluka, sama-sama mencoba bertahan, dan sama-sama melepaskan. Hujan sudah cukup sabar selama ini. Lantas, apakah masih ada kesempatan untuk merekatkan kembali yang retak? Mengembalikan kepercayaan yang dipatahkan?
Vous aimerez aussi
Slide 1 of 9
You're The Rain I (the injuries sustained) [HIATUS] cover
Lingga [SELESAI] cover
GERA (SUDAH TERBIT) cover
Resiko  cover
ALANA [LENGKAP] cover
Warna Untuk Pelangi [✓] cover
Ilusi cover
Rainangkasa #2 [END] cover
I Hate Rain cover

You're The Rain I (the injuries sustained) [HIATUS]

12 chapitres Terminé

|Nyatanya saya sendiri yang berjuang dan endingnya adalah kamu pergi setelah yang saya perjuangan. Jika memang begitu let's see karma, dude.| -Rianna Louis Gabriella "gue bingung na, saat lo mutusin buat pergi dari hidup gue rasanya semua gelap. Gak ada yang harus gue perjuangin buat hidup." Lirih devanno. "lo hidup bukan buat gue aja no, lo bisa buka mata lo lebar lebar and see? Di sekitar lo ada orang orang yang jauh lebih sayang dan harusnya itu bisa jadi alasan lo buat bertahan dan bangkit". Ucap Anna. Devanno menggelengkan kepalnya cepat, Anna tidak mengerti apa yang devanno inginkan. Anna tidak pernah tahu sulitnya melewati hidup tanpanya. Seketika Devanno menggenggam tangan Anna dengan erat. "gue bakal bikin lo jatuh kepelukan gue lagi na, gue gak bakal biarin lo sama yang lain, lo bisa hitung waktu dari sekarang" ucap Devanno dengan serius. Anna hanya terdiam meresapi kalimat demi kalimat yang di ucapkan Devanno. Hingga Anna sadari Devanno sudah hilang dari hadapannya. "Lo gak bisa seenaknya no, gue udah gak mau". Ucap Anna mantap dan tegas. Anna menatap vanno dengan tatapan tajam dan serius. Setelahnya Anna pergi ditemani airmata yang terus mengalir dari pelupuk matanya. [Jika yang kamu mau aku dapat karma, aku bisa apa? Let's See, Honey. Semoga tuhan tidak berpihak padamu]- Devanno Guetta