Sajak Yang Tak Rampung

Sajak Yang Tak Rampung

  • WpView
    Reads 70
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Feb 23, 2023
Di bulan februari tahun 2019, aku mencoba menggarap sebuah buku yang awalnya ku namai "Sajak di Bulan Februari" berdasarkan keinginan dan kesenanganku dalam mengabadikan kisah pendekku dalam puisi, baik itu puisi singkat ataupun quotes dan puisi bebas pada umumnya. Sajak demi sajak telah aku tulis, baik itu menyangkut rindu, singgungan, cinta, suka, duka, tawa maupun tangis. Telah aku abadikan dalam sajak yang aku buat di bulan itu. Tapi apalah daya, penulis terbungkam oleh sepi tangan menjadi kaku, pikiran terasa kacau dan butuh beberapa hari untuk mencerna kejadian yang terjadi. Yah,,, dalam beberapa hari penulis terbungkam oleh sepi sehingga garapan ini berubah judul menjadi "Sajak Yang Tak Rampung" karena penulis tidak dapat merampungkan sajaknya di bulan februari itu. "Tulisah, dan abadikanlah kisah dalam puisi dan tulisan singkatmu. Semua orang berhak menafsirkan tulisanmu tetapi hanya dirimulah yang mengetahui arah tulisan itu, sebab dirimu adalah nyawa tulisanmu, teruslah berkarya" Origio #coretanORG
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Aksara Tak Bertuan
  • Lembut Seperti Doa
  • Senandika untuk yang Tak Bernama (GreShan)
  • Obstacles eternal love || Fresha (End)
  • SajakSesak 2 [Arief Aumar]
  • Cinta Berbalut Puisi

Di sini, tak semua kata harus rapi, tak semua rasa harus dijelaskan. Aksara Tak Bertuan adalah kumpulan puisi yang menggambarkan segala yang terbuang, tersembunyi, dan terlupakan, dari luka yang memar, cinta yang tak pernah cukup, hingga amarah yang membakar jiwa. Di antara harapan yang terkikis, ada kejujuran yang sulit diungkapkan, korupsi yang merusak keadilan, dan sindiran tentang dunia politik yang kadang lebih mirip drama sinetron daripada kenyataan. Dari ketidakpastian hingga kebenaran yang terlupakan, Aksara Tak Bertuan menyajikan sebuah kekacauan yang justru memberi kebebasan. Di sini, tidak ada yang terlalu lurus, tak ada yang terlalu indah, hanya kata yang menari liar, bebas dari aturan dan batas. Catatan penting: Jangan dijiplak, ya. Nanti aksaranya ngamuk, lompat dari kertas, terus nendang-nendang inspirasimu! Berkaryalah dengan hati, biar karyamu punya nyawa sendiri, bukan cuma bayangan dari karya orang lain. Kalau gagal? Nggak apa-apa, yang penting nggak nyontek! Disclaimer: Puisi ini random banget, tergantung isi hati, pemikiran, dan mood penulis. Jadi, kalau tiba-tiba ada puisi galau di tengah-tengah puisi yang lucu, jangan kaget! Penulisnya kadang nulis sambil merenung, kadang sambil ngemil mie instan. Hasilnya? Ya begini, aksara rasa bumbu spesial, dan ya... Kadang ada keresahan penulis soal dunia. Kadang ada tentang cinta, kadang ada tentang harga cabai naik, kadang juga ada tentang pemilu yang bikin pusing. Penulisnya bebas banget Kalau lagi galau, puisinya nangis. Kalau lagi lapar, puisinya ngomongin keadilan sosial buat semua perut! Warning: Puisi ini isinya sangat berat, jadi yang baca jangan baperan, ya. Kalau tiba-tiba galau atau tersinggung, itu artinya puisinya kena di hati kamu. Jangan salahin penulisnya, salahin perasaanmu sendiri! Apalagi kalau udah berbau agama atau politik, hati-hati kalau tiba-tiba merasa disindir. Ingat, ini puisi, bukan kode keras buat hidup kamu! 😉✨

More details
WpActionLinkContent Guidelines