PRANK 1

PRANK 1

  • WpView
    Reads 2
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Mar 19, 2020
pagi yang cerah dengan langit biru yang indah , seorang adik perempuan bernama ana menerima panggilan telpon dari abangnya retno yang bekerja di sebuah pesantren . " assalamu'alaikum dek " , ujar retno mengucap salam . " wa'alaikumsalam bang " , ujar ana menjawab salam dari abgnya . "iya bang , ada apa nelpon adek....???" , adik perempuan dari abang tersebut bertanya dengan penasaran . " dek isikan kuota abang dek pake duit adek dulu " , dengan polosnya retno menyeru kepada ana . " yah...ana gadak duit bang " , dengan jujur ana menjawab sambil menghendus nafas . " yaudah deh abang transper uang ke ATM " , ujar retmo memberi kepastian kepada ana . " yaudah deh bang entar sekalian kuota adek yah " , ujar ana meminta imbalan kuota . " yaudah iya , ambil uangnya sekalian kasih ke umi juga , buat beli buka puasa , itu abang ngirim 300 tapi adek ambil 200 aja yah " , ujar retno menyeru ana dengan lancar . " iya bang..." , dengan bahagia ana menjawab . Karena yang mau di ambil ana adalah Uang , lekas aana tadi bergegas cepat menuju ATM syari'ah . Setelah sesampai di ATM syari'ah ana tadi mengeluarkan kartu ATM nya lalu iya masukkan ke lubang kartu mesin ATM tersebut . ketika ana memeriksa saldo ATM tersebut .... " ahhkk...kok cuman enampuluh delapan ribu....??? " , dengan wajah kesal ana berkata . Bersambung..........
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ASA (Lengkap/TERBIT)
  • Bad Papa
  • Disguise... [END]
  • Suamiku Amnesia (REPOST)
  • A Bittersweet farewell  ( Sudah Lengkap Mari Di Baca)
  • RAKAALENA
  • Menikahi Sahabat Ibuku
  • Become Baby Boy✓
  • RIANA

Asa menatap sendu sang Mama, perlahan tangannya menggenggam Lita sang Ibunda. "Asa lelah, Ma. Seperti halnya nama Asa, yang berarti harapan. Asa memiliki satu harapan untuk Mama. Asa pengen Mama bangun dari koma, di saat Asa sedang putus asa dan yang lain pergi dari Asa, Asa ingin di peluk Mama, kaya temen-temen yang lain." kata Asa untuk Mama Litania. * "Gak apa-apa kalo Papa gak selalu ada dan gak anggep Asa sebagai anak Papa. Tapi satu hal yang harus Papa tau, kalo Asa sayang... banget sama Papa." jedanya lalu menundukkan kepala menatap sepatunya. "Papa adalah pahlawan terbaik dalam hidup Asa. Bagaimana pun keadaannya, Papa tetap pahlawan terhebat dalam hidup Asa." kata Asa untuk Papa Galang. * ''A-Asa titip salam say-yang un-tuk Ma-ma ... Pa-pa d-dan Ba-Bang Ad-am.'' lirih Asa dengan suara bergetar. Alzan menggeleng kuat mendengar ucapan Asa, ''Kamu bisa sampein langsung semua akan baik-baik aja, kamu jangan bicara dulu ya?'' desak Alzan merasa takut. Asa tersenyum mendegar ucapan Alzan. ''G-Gus Al, to-tolong b-bimbing As-sa.'' lirih Asa pelan dengan suara terputus-putus. Mata Alzan terpejam kuat mendengar permintaan Asa. ''G-Gus ... '' lirih Asa sangat pelan. Alzan membuang napas nya perlahan lalu menguatkan hatinya menatap Asa yang tersenyum dengan darah yang terus mengalir di bagian kepala, wajah dan bagian lainnya. "Ikutin saya, Ya? Ayshadu An-la ilaha illallah ..." "Ayshadu An-la ilaha illallah ... " lirih Asa. "Wa Ayshadu Anna Muhammada Rasulullah." "Wa-Wa Ayshadu An-na Mu-muhammada Rasulul ... lah ..." ucap Asa sangat pelan sebelum akhirnya ia menghembuskan napas terakhirnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines