Dear Syahwa

Dear Syahwa

  • WpView
    Reads 4
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jun 1, 2021
WpInfo
Fiction
Social Themes
"Awa percaya, semua yang terjadi didalam hidup Awa... pasti sudah digariskan... dan Awa percaya kesedihan yang menimpa hari ini tidaklah selamanya menerpa, kebahagiaan pun-tidaklah abadi. Kalau bisa jalani dengan ikhlas dan bersabar pasti segala persoalan akan perlahan diberi jalan keluar. " gadis berjilbab itu bermonolog didepan cermin, dengan mata yang berkaca- kaca. -- Oh kemalangan! selalu datang tanpa permisi kedalam ruang sunyi.... Syahwa Azara, gadis sederhana tak terbilang cantik namun siapa lelaki yang akan menatap wajahnya yang teduh akan terpikat, apalagi senyum manisnya bak gula yang membuat siapa saja tertegun. tapi... siapa sangka dibalik senyum nya yang manis, ia memikul beban persoalan yang dihadapi nya. Hanya kekuatan dari Tuhan Nya dia dapat bertahan untuk selalu bangkit dalam setiap kegagalan. .......
All Rights Reserved
#4
hijrahislam
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • PORTRAIT ☑
  • I'm okay (END)
  • Be With You (Completed)
  •  ANATHA
  • ALESYA (END)
  • Eliinaa
  • Duo Berandal yang Terculik✔
  • [✔️terbit] 1. The Girl That Hurt
  • New Life As Undead {REVISI}

Peniel mendekat, ia memegang kedua bahu kecil Zahra dan menyiratkan penuh tanda tanya,"kau baik-baik saja? Zahra, apa kau marah karena kameramu?". Tak ada balasan, gadis itu hanya tertunduk dan terisak,"Zahra, katakan padaku, ada apa? Hmm?" Kasar, Zahra menepis lelaki itu,"aku tidak baik-baik saja! Ini sangat sakit... semuanya semakin menyakitkan... kupikir... kupikir... jika mengabaikannya akan baik-baik saja tapi bukannya menghilang justru semakin dalam..." dia menangis keras di depan Peniel, ucapan yang terdengar seperti curahan hati dan penuh kekesalan itu membuat Peniel tertunduk. "Nado..." dia kemudian mendongakkan kepala dan menajamkam matanya,"setiap hari aku tersiksa karena merindukanmu. Aku ingin berkata jika menyukaimu tapi... aku hanya dapat diam karena perbedaan kita. Aku selalu ingin tahu apa yang kau makan, bagaimana tidurmu, dan apa kau bahagia setiap waktu..." Selangkah lebih maju, dia kembali memegang kedua pundak Zahra,"ma'af... tapi aku menyukaimu. Jangan memintaku menjauh," Saya: iya, Bang. Dedek gakkan' menjauh...." peluk Peniel. 😂😂😂 itu bahasa saya. Gimana menurut ceritanya? Bwhahaaaa liat aja sendiri. Bhaks!!! Wkwkwwk....

More details
WpActionLinkContent Guidelines