The Unexpected Stranger

The Unexpected Stranger

  • WpView
    Reads 7,862
  • WpVote
    Votes 409
  • WpPart
    Parts 38
WpMetadataReadMatureComplete Fri, Feb 4, 2022
[COMPLETED] Kematian bukan lagi perihal yang ditakutkan bagi Alexa. Justru dirinya takut untuk menjalani kehidupan. Sangat melelahkan ketika bercermin dan melihat sosok menyedihkan di pantulannya. Kaki penuh luka milik Alexa perlahan terangkat. Berniat menendang sandaran kursi yang dipijaknya. Berharap kursi itu jatuh sehingga tak ada lagi tempatnya berpijak dan hanya tersisa tenggorokan sebagai satu-satunya tumpuan yang menahan berat tubuhnya. Alexa menatap lantai dengan tatapan kosong. Meskipun air mata mengalir di pipinya yang lebam. Jari-jari Alexa mencengkeram tali yang sudah melingkar di lehernya. Rasanya baru sedetik yang lalu dia merasakan hantaman dari Ibunya dan agaknya luka di telapak tangannya kembali terbuka. Ah, kenapa sekarang terasa perih? Kenapa baru sekarang? Alexa menggerakkan satu kakinya dan menendang kursi tersebut. Tubuhnya tersentak mengikuti gravitasi. Lilitan tali yang melingkar di lehernya membuatnya tercekik. Alexa merasakan sakit yang sungguh hebat. Napasnya tertahan dan matanya memerah. Air mata kembali menetes dari matanya. Kakinya meronta dan tangannya meremas tali itu. Sampai luka yang tadinya terasa perih karena bergesekan dengan tali tersebut kini tidak lagi terasa di jari-jari dan telapak tangan miliknya. 'Tuhan, apa kau membuatku merasakan sakit untuk terakhir kalinya? Aku hanya ingin menghilangkan rasa sakit. Jangan khawatir, sebentar lagi aku akan bertemu denganmu. Jadi tolong hilangkan rasa sakitku setelah ini. Sungguh, ini sakit sekali.' The Unexpected Stranger ©2021
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • [End] Perfectly Imperfect
  • REDUM ✓ [Sudah Terbit]
  • Please Don't Hate Me (Proses penerbitan)
  • My Grip [End]
  • ABLUVION {COMPLETED}
  • Obsessive Love Disorder ✔️
  • REGRET
  • It's So Hurtful [END]
  • Don't....! (Complete)

Tuhan ketika menciptakan Rafisqi Sandy Mavendra: "Berkahi dia wajah tampan yang mampu mempesona kaum hawa." "Lengkapi dengan otak yang kecemerlangannya di atas rata-rata." "Biarkan dia terlahir sebagai anak dari keluarga terpandang yang kaya-raya." "... oh? Sepertinya terlalu sempurna." "Kalau begitu, limpahkan banyak kekacauan dalam hidupnya." *** Jika manusia diibaratkan barang yang selalu diproduksi secara massal, maka tidak heran akan ada satu atau dua produk gagal. Dan Rafisqi merasa dialah salah satunya. Terlalu takut merasa kehilangan. Terlalu gampang terpancing secara emosional. Terlalu susah mengendalikan diri sendiri. Terlalu tidak stabil. Terlalu berbahaya. Dulu seseorang pernah memberitahunya kalau tidak ada seorang pun yang terlahir rusak, bahwa semua punya kadar kesempurnaan masing-masing, dan "you are just you". Rafisqi ingin sekali percaya, tetapi lagi-lagi monster dalam dirinya membuat semua jadi berantakan. Mungkin memang sudah takdirnya menjadi barang cacat yang, untungnya, dilapisi kemasan bagus yang terkesan sempurna. Rafisqi pikir menarik diri selama-lamanya adalah jalan keluar terbaik. Sayangnya, hidup adalah sesuatu yang tidak bisa dimengerti. Sejauh apa pun dia menghindar dan sebanyak apa pun waktu yang berlalu, dia selalu kembali ke tempat yang sama dan bertemu gadis yang tidak seharusnya dia temui lagi. * * * ✨Selamat datang di dunia Rafisqi✨ ⚠️ Disarankan untuk terlebih dahulu mengunjungi dunianya Naura di work "Impossible Possibility". ================================= Mulai : 7 September 2019 Selesai : 13 Oktober 2020 ================================= #AuthorNote If you reading this story on any other platform OTHER THAN WATTPAD, You're very likely to be at risk of a MALWARE ATTACK. If you wish to read this story in it's ORIGINAL, SAFE, FORM, PLEASE GO TO: https://my.w.tt/V2cvtAdFF7 PERFECTLY IMPERFECT ⓒ2019, mutiateja

More details
WpActionLinkContent Guidelines