My Psychopath possessive

My Psychopath possessive

  • WpView
    Reads 863
  • WpVote
    Votes 39
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Sep 9, 2020
Tak-tak-tak! Suara langkah kaki mendekat semakin membuat gadis berambut sepinggang itu ketakutan. Pikirannya sudah melayang ke hantu-hantu. 'Tuhan, Caca belum siap mati karena kaget. Semoga itu hantunya hantu yang cantik dan ganteng. Caca takut banget kalau hantunya jelek. Pokoknya hantunya harus ganteng!' batin Caca seraya bersembunyi di bawah meja kerjanya. Hap! "Aaaaaa!!!" **** Gadis cantik yang dipanggil Caca adalah putri tunggal dari Rendra Kresna, seorang pengusaha sukses ke-2 se-Dunia. Selain dia belajar untuk Dunia sekolahnya, dia juga harus belajar mengenai Dunia bisnis. Umur 16 menuju 17 tahun dia harus bisa mengurus kafe peninggalan orang tersayangnya. Selain mengurus kafe, dia juga diwajibkan untuk belajar akan Dunia bisnis Ayahnya. Dunia Caca selalu 4C, yaitu Cerewat, Cantik, Ceria, dan Cute, hingga datang seorang pemuda yang selalu membuat suasana hatinya berubah. **** Berwajah dingin dan polos seolah tak tahu apapun itulah gayanya. Jiwa possesive yang muncul ketika bertemu dengan gadis polos bin lugu. "Jangan pernah dekat dengan Calita Camari Fitri!" tegasnya dan memotong tangan kanan pemuda berseragam SMAN 1 Robbert. "AKH!!!" "Mungkin, mereka bisa memberimu pelajaran," ujarnya dan melemparkan tubuh pemuda itu ke dalam kurungan temannya, buaya. "AKHH! AMPUNN!! SAYA TIDAK AKAN PERNAH DEKAT AMA CACA!! AMPUN!! AKH!!" teriak pemuda itu, namun hanya hembusan angin bagi pemuda yang melemparnya. "Bereskan dia," ujarnya dengan dingin setelah tidak ada suara mengganggunya. "Siap, Pak!" **** Nb 1 :Diusahakan updetnya tiap hari, jika ada hari yang terlewat, maka akan di up dua kali dalam sehari. Tapi, kemungkinan sih jarang update 😅 Nb 2 : Jika sudah membaca, bisa klik tombol bintang dan koment? Jangan jadi siders apalagi plagiat.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SENJA DI PUNCAK TANGKILING
  • Langit Yang Merenggut Cinta
  • Falling for You - TERBIT
  • Perfect uncle ✓
  • ANTAGONIS MOTHER || REVISI
  • Renjana : Arutala Dirgantara [Completed]
  • DRAFENZO SHAQUILLE
  • SAMARA [ON GOING]
  • 𝐏𝐋𝐀𝐘 𝐆𝐈𝐑𝐋 𝐊𝐀𝐋𝐄𝐀
  • LOVE STORY SAVA

"Jangan menatapku". Abrar masih dengan mata terpejam "Kenapa ?" " Nanti kau bisa lupa pada pacar mu". "Pfffffpfffff" Awinda mengantupkan kedua bibirnya mencegahnya tertawa lebar. "Kau benar ". " Jadi kau sudah punya pacar". " Kau mengintrogasi ku ". Kini Awinda membalasnya. Abrar menelan Salivanya. Terdiam dalam senyapnya. Ia tak ingin melanjutkan pertanyaan apapun. Karena jika ia banyak tahu kenyataan, maka bisa jadi hal - hal pahit yang akan ia dapatkan. Hidup mengajarkannya untuk sering menerima kenyataan pahit ketimbang mengharapkan sesuatu yang ternyata hanya sebatas angan dan impian. "Cepat tidur". "Belum mengantuk" sahutnya cepat. " Kenapa kau biarkan aku mengambil baju dan celana mu padahal kamu punya tenda ini. ? Bodoh ". " Ambil lah apapun yang kau mau dari ku". " Sejak kapan kau menjadi buaya ? " " Setelah masuk kedalam lubang tanah dan bertemu ratu buaya ". Awinda mencubit perut Abrar. Sehingga ia menggelinjang nyeri dan meminta ampun. Ia meraih tangan Awinda dari perutnya dan meletakkannya didadanya. " Tidurlah, ini peringatan ku yang terakhir". Perlakuan Abrar membuatnya meringis, kini Abrar juga mulai mengamcamnya. Berusaha memejamkan mata dan perasaan hangat itu kembali menjalar ulu hatinya. Ia kesulitan untuk menarik nafas namun ia mencoba menghirup udara lewat mulutnya lalu mengeluarkan kembali perlahan. " Kau kedinginan ? " Abrar membuka suara, " Hmmm " "Kau bisa terkena hipotermia dan sulit bernafas".

More details
WpActionLinkContent Guidelines