Soteriophobia (on going)

Soteriophobia (on going)

  • WpView
    Reads 1,010
  • WpVote
    Votes 133
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Apr 29, 2020
"K-kau pe-pergi kumohon jangan mendekat" tubuhnya bergetar hebat, isak tangisnya mengiringi langkah nya yang kian memundur. "Berhenti bergerak mundur sayang" Pria itu hanya diam dengan wajah datar nya yang selalu ia pasang, tidak ada kata yang bisa ia keluarkan saat melihat wanitanya ketakutan melihatnya, ingin rasanya dia mendekap tubuh mungil itu. Mata elang nya melihat kearah perut yang membesar seiring bulan yang berganti, terhitung sudah 8 bulan wanita itu menghilang, sekarang tidak lagi. Jikapun harus maka mereka akan mati bersama, katakan itu gila, tapi pria itu memang mencintai wanitanya, sangat. Melihatnya kembali membuat ku takut, jika aku hanya sendiri tanpa anak dalam kandunganku maka aku akan berusaha untuk tetap tinggal bersamanya, bersama kesakitan itu, bersama dengan segala hal buruk yang mungkin menimpaku, tapi tidak, anak ini harus ada dalam kandunganku selama 9 bulan kedepan, aku menyayangi anak ini bahkan lebih dari nyawaku sendiri, anak ini harus selamat, harus. Vote nya manaaaaaaa!!! Woyyy!!!
All Rights Reserved
#144
fbi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Misteri- US
  • MAFIA VS MUSLIMAH
  • Promise Me ( END )
  • Kedaluwarsa ✓
  • We Are Destiny (NEW)
  • The Longly
  • DUNIA FLORA
  • ALVIN (On Going)
  • True love struggle ziragat (PROSES REVISI)
  • Karena Kamu Rumahnya

Suatu hari kita dipertemukan oleh hujan, di bawah hujan, kita saling pandang. Kau ibarat payung, membuatku merasa teduh setiap kali dingin mengigilkan. Kita adalah sepasang rindu tanpa ikatan. Seringkali aku membatin, haruskah ku tanyakan perihal rasamu, mengapa kau selalu ada memenuhi segala kebutuhanku. Tuhan teramat baik. Tanpa waktu yang lama, kita akhirnya dipertemukam lagi, kali ini pertemuan yang sangat romantis. Kau memintaku menjadi pendamping hidupmu. Aku merasa beruntung, masih bernafas hingga detik ini. Tidak secuilpun, bahwa hidup bersamamu akan menjadi sebuah kenyataan. Lagi - lagi Tuhan teramat baik, dia berikan aku kesempatan membina keluarga sederhana bersamamu, bukan lagi hujan yang menciptakan romantisnya, namun pelukanmu adalah sebuah keromantisan yang setiap saat ku rasakan. Baru sejenak, karena Tuhan begitu sayang kepadaku. Sepulang dari Honeymoon, Tuhan menguji dengan perpisahan kita setelah honeymoon yang terasa begitu manis. Ingin ku sesali hari itu, andaikan saja begitu bathinku selalu bersuara. Namun, aku tidak ingin menjadi manusia yang tidak tahu diri. Sekarang aku hanya bisa mengikhlaskan, sembari menunggu benihmu yang tumbuh di perutku bisa menatap dunia. Aku tak sanggup lagi membaca deary yang ku pegang saat ini, yang ternyata adalah deary ibuku sendiri. Perlahan semuanya berlalu. Aku kehilangan arah dan tujuan. Semua berubah, kehidupanku. Hingga pada akhirnya, aku tersadarkan. Bahwa tidak ada surat ibu ke koran, tiada deary, tidak ada ibu angkat yang jahat, juga tidak ada kisah cintaku bersama Alex. Orang yang ku benci selama ini adalah ibu, perempuan yang melahirkanku. Perempuan yang masih bisa menatapku dengan penuh cinta, disaat suaminya, Ayahku. Harus meregang nyawanya karenaku. Semua ulahku, andai saja aku mendengarkan permintaan ibu untuk tidak menjalin hubungan dengan Arkan, ini tidak terjadi. Pasien skizofrenia ! Aku melangkah gontai, mengikuti langkah kaki perawat yang memanggilku.

More details
WpActionLinkContent Guidelines