Soteriophobia (on going)

Soteriophobia (on going)

  • WpView
    Leituras 1,011
  • WpVote
    Votos 133
  • WpPart
    Capítulos 8
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização qua, abr 29, 2020
WpInfo
Ficção
Romance
"K-kau pe-pergi kumohon jangan mendekat" tubuhnya bergetar hebat, isak tangisnya mengiringi langkah nya yang kian memundur. "Berhenti bergerak mundur sayang" Pria itu hanya diam dengan wajah datar nya yang selalu ia pasang, tidak ada kata yang bisa ia keluarkan saat melihat wanitanya ketakutan melihatnya, ingin rasanya dia mendekap tubuh mungil itu. Mata elang nya melihat kearah perut yang membesar seiring bulan yang berganti, terhitung sudah 8 bulan wanita itu menghilang, sekarang tidak lagi. Jikapun harus maka mereka akan mati bersama, katakan itu gila, tapi pria itu memang mencintai wanitanya, sangat. Melihatnya kembali membuat ku takut, jika aku hanya sendiri tanpa anak dalam kandunganku maka aku akan berusaha untuk tetap tinggal bersamanya, bersama kesakitan itu, bersama dengan segala hal buruk yang mungkin menimpaku, tapi tidak, anak ini harus ada dalam kandunganku selama 9 bulan kedepan, aku menyayangi anak ini bahkan lebih dari nyawaku sendiri, anak ini harus selamat, harus. Vote nya manaaaaaaa!!! Woyyy!!!
Todos os Direitos Reservados
#73
airmata
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • DUNIA FLORA
  • ALVIN (On Going)
  • Kedaluwarsa ✓
  • ALA
  • Misteri- US
  • Langkah Dalam Kebetulan
  • Can Be With Love ✅
  • INI CINTA BUKAN BENCI
  • Bukan ZONK!
  • THE CLIMB [Completed]

Gue cuma gak mau Lo mati," suara Fabian terdengar parau. Flora tersenyum getir, " Tapi Lo sendiri yang buat gue ngerasa mati sebelum gue mati," Fabian terdiam. Ucapan flora barusan menampar dirinya keras, membuat rasa bersalah semakin menggerogotinya. " Ra... Tolong ngerti," suara Fabian tercekat. " Gue selalu ngerti Fabian!" bentaknya tak sadar, isakannya semakin terdengar jelas, membuat siapapun yang mendengarnya pasti akan merasa sedih. "Tapi siapa yang peduli perasaan gue?" suara gadis itu melemah. " Siapa yang peduli mental gue hancur? Siapa yang peduli kalo gue cuma orang yang haus kasih sayang? Siapa?!" " Di sini ada gue yang sayang sama Lo," Fabian meraih tangan gadis itu namun flora dengan cepat langsung menepisnya. Air mata Fabian mengalir membasahi pipinya. " Kita bakal hidup bahagia..."satu isakan lolos dari mulut Fabian, namun ia langsung menahannya. Flora menggeleng pelan, tatapannya semakin kosong. " Kisah kita gak bakalan berakhir happy end Fabian..."

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo