DETERMINATION

DETERMINATION

  • WpView
    LECTURAS 667
  • WpVote
    Votos 46
  • WpPart
    Partes 4
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación dom, ago 21, 2022
Kehidupan Zahwa nyaris berubah setelah ibunya di hukum mati dengan tuduhan pembunuhan majikan yang sama sekali tidak benar. Mampukah ia menjalani hari-harinya tanpa sang ibu? Dan mampukah ia mewujudkan impiannya untuk menjadi seorang diplomat? dengan keyakinan yang kuat Zahwa berjanji pada dirinya sendiri untuk mewujudkan impiannya itu. "Cukup aku yang merasakan pahitnya kehilangan tanpa kebenaran. aku tidak ingin hal itu terjadi pada orang lain." - Zahwa Farisya -
Todos los derechos reservados
#559
agama
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Hukum Cinta [ SELESAI ]
  • Better Days
  • Mahardika Raja {On Going}
  • Selembut Dhuha Menyapa (TERBIT)
  • Do'a Dan Penantian!🌻
  • [END] When the Stars are Tired
  • Zura Salah Gaul (LENGKAP)
  • Amanah & Cinta 💓 (END)
  • ALIF 2 : AGEN[IUS]
  • TIKUNGAN SEPERTIGA MALAM

14 tahun yang lalu, tepat hari meninggalnya Umi Zea beliau adalah istri dari Kyai Ahmad dan ibu dari 2 orang putri dan 1 orang putra l, yang bernama Zahrah Zea Zanitha, Raisya Nur Albirru dan Ameer Faiz. Umi Zea meninggal karena hukuman mati atas kasus pembunuhan pada putranya sendirian. Ning Zahrah tidak percaya bahwa ibunya yang punya gangguan mental, sifatnya yang masih seperti anak kecil mana mungkin bisa membunuh? Namun Kyai Ahmad tetap terus yakin bahwa istrinya itu lah telah membunuh Faiz. Ning Zahrah tumbuh diwilayah pesantren Arafah yang ada dibogor. Ning Zahrah bertekad untuk memberi keadilan pada uminya. Namun, ditengah perjuangannya. Allah mengiriminya sebuah penyakit yang mematikan. Ning Zahrah tetap sabar dan tabah. Bahkan ketika orang yang dicintai oleh Ning Zahrah yaitu Gus Ibnu Dhafi Fayruz Dicintai juga oleh Ning Raisya. " setiap pertemuan pasti ada perpisahan, dia yang memulai dia yang mengakhiri Tanpa ada kata maaf kamu pergi begitu saja, ikhlas adalah jalan yang paling tepat "

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido