We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Kenapa?

Kenapa?

  • WpView
    Reads 110
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Aug 8, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
{FOLLOW SEBELUM MEMBACA} Kenapa? Kata itu yang selalu di rapalkan oleh Lala semasa hidupnya. Entah lah, Lala juga tak mengerti kenapa kata itu yang selalu di ucapkan nya ketika dia sedang dalam keadaan, sedih. Bukan hanya sekali dua kali Lala mengucapkan nya dalam keadaan banjir air mata. Bahkan Lala juga berkali kali mengucapkan nya! Mungkin juga bisa di bilang tak terhitung, saking sering nya. Dan, kenapakah Lala selalu mengucapkan kata itu dalam keadaan yang bisa di bilang, menyedihkan? Apakah dia punya alasan nya? Yuk ikuti jalan cerita nya!! Semoga kalian sukaa❤ Happy Reading 🎉
All Rights Reserved
#16
cacian
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • AKU TAK PERCAYA CINTA, AYAH! (TAMAT)
  • Benalu [Terbit]
  • ALEYA~~
  • Cinta Dan Kasih Sayang (Writing Temporarily Suspended)
  • Lost in Reverie [Moqeel]
  • DANADYAKSA
  • Albel
  • Saat Semua Sudah Terjadi Dan Penyesalan Datang Terlambat [END]
  • Aleysha Please Don't Go!

"Aku nggak tahu, dari mana semuanya menjadi retak dan berantakan seperti ini. Yang kuingat, hanya ada satu titik ketika hidupku berubah drastis. Ibuku pergi meninggalkan rumah bersama dengan lelaki lain. Meski ayahku tegar dan tabah, pada akhirnya dia menyerah dan menikah dengan wanita pilihannya. Brian, adalah satu-satunya tempat dan rumah terakhir yang aku harapkan. Tetapi, dia pun juga menorehkan luka yang tak bisa kumaafkan. Aku tak lagi percaya pada cinta, Ayah. Tak lagi." ~ Serena Azura Auliana~ :+:+:+:+:+:+:+:+:+:+:+:+:+:+:+:+:+:+ Serena telah kehilangan kepercayaannya pada cinta. Semua orang yang pernah ia cintai, yang begitu ia percayai dan anggap berarti dalam hidupnya, ternyata dengan mudah menghianati cinta itu. Hatinya hancur berkeping-keping. Bukan sekadar patah-tapi benar-benar remuk, hingga tak tersisa apa pun selain reruntuhan yang menyakitkan. Tak ada lagi yang tertinggal, kecuali kekecewaan yang dalam, dan trauma yang perlahan menggerogoti jiwa.

More details
WpActionLinkContent Guidelines