Kenapa?

Kenapa?

  • WpView
    Reads 110
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Aug 8, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
{FOLLOW SEBELUM MEMBACA} Kenapa? Kata itu yang selalu di rapalkan oleh Lala semasa hidupnya. Entah lah, Lala juga tak mengerti kenapa kata itu yang selalu di ucapkan nya ketika dia sedang dalam keadaan, sedih. Bukan hanya sekali dua kali Lala mengucapkan nya dalam keadaan banjir air mata. Bahkan Lala juga berkali kali mengucapkan nya! Mungkin juga bisa di bilang tak terhitung, saking sering nya. Dan, kenapakah Lala selalu mengucapkan kata itu dalam keadaan yang bisa di bilang, menyedihkan? Apakah dia punya alasan nya? Yuk ikuti jalan cerita nya!! Semoga kalian sukaa❤ Happy Reading 🎉
All Rights Reserved
#96
kebohongan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Benalu [Terbit]
  • HUJAN WAKTU ITU (tahap revisi)
  • Could you be a home for me? [TAMAT]
  • Albel
  • DANADYAKSA
  • Cinta Dan Kasih Sayang (Writing Temporarily Suspended)
  • AKU TAK PERCAYA CINTA, AYAH! (TAMAT)
  • Abi&Amaira(On Going)

"Bahkan ibunya sendiri membuang anak itu." Semesta pun menghiraukannya, seperti bayangan yang tak pernah di anggap ada, seperti benalu yang tidak pernah di inginkan kehadirannya. *** Nyatanya, ada hasil yang menghianati usaha dan tidak semua usaha akan di kabulkan dengan hasil yang baik. Ya, Teresa sadar hal baik tidak akan pernah ada dalam kisah hidupnya. Benalu akan tetap menjadi benalu, sang penganggu yang tak pernah di inginkan ada. Tangisan pilu selalu keluar dari mulutnya yang menyimpan banyak kisah luka, entah waktu kecil atau bahkan sampai sekarang. "Seharusnya anak seperti kamu tidak lahir dari rahim saya!" ucap wanita itu dengan tatapan penuh kebencian. Teresa Audiyatama. Seseorang yang berusaha menghilangkan label 'benalu' dan 'anak pembawa sial' di dalam diri dengan berbagai cara. Sakitnya di permainkan, di jadikan alat balas dendam, mendapat penghianatan yang begitu menyakitkan, sampai harus kehilangan orang-orang yang di sayangi. Tapi, kenapa semesta masi tidak mau berbaik hati padanya? Rasa sakit itu semakin menyakitkan. Setiap hari lubang kelam di hati semakin dalam, menyisahkan kekelaman yang mengerikan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines