Tired!

Tired!

  • WpView
    Reads 66
  • WpVote
    Votes 17
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, May 20, 2020
Yanha Yunita~ Gadis malang, yang selalu ditatap seperti jalang. Entah apa kesalahan terbesarnya sehingga dunia seolah menolak kehadirannya. "Hiks, apa maksudmu eoh? Kau menuduhku,mempermalukanku di depan semua orang! Kau tidak tau kebenarannya! Jadi diamlah. Kumohon, Hikss."-Nhayun Tapi hidup itu tidak selamanya tentang penderitaan. Tidak semuanya tentang luka. Percaya atau tidaknya, Tuhan memberi perih dihati untuk menguatkan hati itu sendiri. "Sabar,, kau tidak sendiri masih ada aku disampingmu. Datang padaku jika kau merasa tak sanggup akan ujian yang diberikan, karna aku selalu siap menjadi bahan penuangan isi hati."-Ameli Lihat? Jangan berlarut dalam kesedihan karna nyatanya kau tak sendirian. "Aku menerima segala kekurangan dan kisah kelam hidupmu, karna bagiku Mencintai seseorang tidak membutuhkan alasan melainkan hanya berdasar pada ketulusan."-Azka Tetap semangat! ini hidupmu yang berhak mengatur adalah dirimu sendiri, perkataan orang lain itu anggap sebagai pernak-pernik kehidupan yang telah usang. #AT-SYA0130
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Yang Dulu Melukai,Kini Menyayangi [END]
  • ELGITA  (TERBIT)
  • Juan [REVISI]
  • Sejenak Luka
  • Satria Dirgantara [Complete]
  • STORY KEISHA (TAMAT)
  • New Destiny
  • Waktu?
  • Hurt Girl! (Completed)

Cerita ini mengisahkan seorang siswa yang hidupnya penuh penderitaan, baik di sekolah maupun di rumah. Ia adalah seorang anak yang lugu, mudah sakit, dan terperangkap dalam masa hidup yang kelam. Di sekolah, ia selalu menjadi sasaran bullying. Teman-temannya menjauhinya, bahkan tak ada satu pun yang mau berteman dengannya. Setiap hari, ia merasa kesepian dan tak berdaya, terjebak dalam dunia yang penuh rasa sakit dan penghinaan. Di rumah, kondisi yang lebih buruk lagi menunggunya. Kedua orang tuanya tidak menunjukkan kasih sayang sama sekali. Alih-alih memberikan dukungan, mereka justru menyiksanya, baik secara fisik maupun emosional. Setiap kali ia mendapatkan nilai yang buruk, atau bahkan tidak mendapatkan nilai seratus, ia akan dihukum dengan tidak diberi makan dan terus disiksa. Kata-kata yang terlontar dari orang tuanya begitu menyakitkan, membuatnya merasa seperti anak yang tidak berguna dan tak pantas untuk dihargai. Kondisi ini membuatnya terpuruk dalam keputusasaan. Ia merasa hidupnya tidak berarti dan mulai berpikir untuk menyerah. Setiap kali dibuli atau disiksa, ia hanya pasrah dan tidak berdaya, seakan-akan dunia ini terlalu berat untuk ia hadapi. Ia tak pernah merasakan kehangatan keluarga yang seharusnya menjadi tempat pelindungnya. Ia selalu iri melihat kebahagiaan orang lain, namun dirinya tak pernah merasakannya. Di luar, wajahnya selalu datar, tak pernah ada senyum yang menghiasi wajahnya. Luka-luka fisik dan emosional yang ia alami menjadi beban berat yang membentuk dirinya menjadi sosok yang tertutup dan terpuruk. Ia hanya bisa bersembunyi di balik kesedihan, tak tahu harus bagaimana lagi untuk bertahan. Bagaimana kisahnya akan berlanjut? Akankah ada secercah harapan yang datang untuk mengubah hidupnya? Mari kita saksikan perjalanan hidupnya yang penuh dengan perjuangan dan air mata... cerita ini murni dari pikiran yana sendiri dan jangan plagiat!!

More details
WpActionLinkContent Guidelines