The Fault In Ours Things

The Fault In Ours Things

  • WpView
    Reads 89
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Mar 21, 2020
Aku sempat berada di masa : hilangnya kamu adalah kesalahanku. Bingung, perlu dicari kemana awan yang sudah ditiup angin? Perlu dicari kemana pasir yang telah terhadang ombak? Perlu dicari kemana dandelion yang sudah berterbangan? Perlu dicari kemana? Perlu dicari kemana alasan kamu pergi? Perlu dicari kemana alasan yang bisa memaksamu tinggal? Perlu dicari kemana salah-salah dariku yang enggak cukup menetapkan kamu? Perlu dicari kemana? Bagiku, semua yang dulu kamu harapkan adalah aku berusaha memperbaiki semua lubang ketidaksempurnaan yang mustahil. Seakan-akan aku adalah bukan apapun selain tanah buruk rupa. Seakan-akan aku adalah yang paling buruk seisi dunia. Seakan-akan bersanding denganku adalah sebuah aib yang perlu kamu tutupi. Memangnya, sesempurna apa kamu sampai aku perlu lelah letih mencari kemana?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Felicia> Januari With You
  • Villain Also Has A Reason [END]
  • You Promised [END]
  • 𝓙𝓮𝓳𝓪𝓴 𝓚𝓮𝓷𝓪𝓷𝓰𝓪𝓷 𝓭𝓲 𝓤𝓳𝓾𝓷𝓰 𝓢𝓮𝓷𝓳𝓪
  • Canvas of Love (Tamat)
  • TOO MUCH (Tamat)
  • In the Future Without You
  • Cinta Anak SMA
  • SUGAR SUGAR LOVE (TAMAT)

‎Hendra... ‎seorang anak SMP yang bahkan tak lagi bersekolah. ‎Kulitnya legam, senyumnya pelan, ‎hidupnya penuh hinaan dan tatapan jijik. ‎ ‎Ia hanya ingin dagangannya laku... ‎dan pulang tanpa luka yang terlalu dalam. ‎ ‎Hingga suatu hari, ‎datanglah seorang gadis seperti bidadari. ‎Felicia. ‎ ‎Gadis cantik bermata sipit, keturunan kaya, ‎berjalan pelan ke arahnya... ‎lalu bicara dengan suara paling lembut yang pernah ia dengar. ‎ ‎Felicia tidak takut, tidak jijik. ‎Ia menggenggam tangan Hendra... ‎menemani dagangannya, duduk di sisinya, ‎dan mencintai dia-yang bahkan tak pernah mencintai dirinya sendiri. ‎ ‎Hari demi hari, Felicia menjadi cahaya. ‎Membuat Hendra tersenyum. Membuatnya percaya... ‎bahwa seseorang sepertinya bisa dicintai... bisa berarti. ‎ ‎Tapi cinta seperti Felicia tak datang untuk selamanya. ‎ ‎Dulu, seorang kakek pernah berkata, ‎"Kalau suatu hari... ada seseorang yang datang padamu, ‎seseorang yang mustahil untuk hadir dalam hidupmu... ‎tapi dia datang, menoleh, tersenyum, lalu duduk di sebelahmu, ‎biasanya... dia hanya dikirim untuk sebentar saja. ‎Untuk membuatmu merasa dicintai, ‎untuk menyembuhkan hatimu yang diam-diam patah. ‎Lalu setelah itu... dia akan pergi. ‎Bukan karena tak cinta... ‎tapi karena Penciptanya memanggil pulang." ‎ ‎Benarkah... Felicia akan pergi? ‎Apakah cinta sehangat itu... hanya datang untuk dikenang? ‎Dan bila benar ia akan hilang... ‎mampukah Hendra mengucap selamat tinggal... pada satu-satunya cahaya dalam hidupnya? 💔 ‎.

More details
WpActionLinkContent Guidelines