Nadin & Zion

Nadin & Zion

  • WpView
    Leituras 155
  • WpVote
    Votos 38
  • WpPart
    Capítulos 4
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização qui, mai 7, 2020
WpInfo
Ficção
Romance
Tagscinta
Fasilitas semua yang ia miliki telah disita oleh papahnya, dikarnakan ulah Zion sendiri yang tidak patuh terhadap nasihat orang tuanya. Apes sudah penderitaannya bangun kesiangan, temannya tidak ada yang bisa menjemputnya,dan akhirnya ia nebeng Nadin. Gadis polos yang ia benci karna sifat songongnya itu semua ini terjadi. *salah tetapi menyalahkan orang lain,itulah Zion Aldari Prasaja* Zion sangat-sangatlah terpaksa nebeng Nadin karna pertolongan papahnya meminta agar Nadin bersedia berangkat bersamanya. Tetapi bagi Zion itu adalah paksaan sang papah kebanggaannya itu. "heh, ngapain duduk disitu, kamu dibelakang. Kan disini yang nebeng kamu" ujar Nadin, yang dicap sebagai cewe songong oleh Zion "banyak bacot, buruan nanti telat!" balas Zion dengan nada judesnya "mundur atau Nadin teriak panggil om Pras" ancam Nadin untuk Zion yang selalu patuh dengan orang tuanya. Melihat gerbang sekolah yang akan ditutup,langsung saja Nadin menambah kecepatan motornya agar tidak dihukum karna terlambat. Tanpa memikirkan Zion dibelakangnya yang memeluknya tiba-tiba karna terkaget sekagetnya, hampir saja terjatuh kalau saja ia tidak reflek memeluk Nadin. "lo gak punya otak ha?. Untung aja gue kaga jatuh dan engga ada yang lihat kecuali satpam" maki Zion saat telah sampai tujuan. "punya kok, walaupun engga pinter. Masa cowo aja jatuh takut. Akhirnya juga engga jatuh kan. Lebay... Bukannya terimakasih eh malah ngatain atau ngehina sih itu namanya?. Ya udah Nadin minta maaf" jawab nyleneh Nadin kemudian meninggalkan Zion yang tercengang karna ucapannya.
Todos os Direitos Reservados
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • CINDY : Sebelum Aku Pergi
  • JATUH GAK CUMAN SEKALI
  • CENGKRAMAN DIRGA'S
  • CHAVANDA (End)
  • AETERNA  | Selesai✓
  • 𝐙𝐈𝐍𝐍𝐈𝐀
  • SHADOWS IN A VESSEL
  • ★BABY ZION★
  • Become Baby Boy✓

"Apa yang sanggup memisahkan dua hati yang saling mencinta? Katakan padaku, Cindy." Suara Rayven terdengar serak, seolah setiap katanya membawa luka yang tak bisa disembuhkan. Tatapan matanya merintih, memohon jawaban dari gadis yang berdiri di hadapannya-jawaban yang mungkin bisa menyelamatkan hatinya dari kehancuran. Cindy menatap tanah sejenak, bibirnya bergetar. Ia mengangkat wajahnya perlahan, menatap mata Rayven dengan pandangan yang dipenuhi air mata dan rasa sesal. Dengan suara yang lirih, sehalus angin yang menyesap di antara rinai hujan, ia menjawab: "Waktu, Rayven... dan tempat yang tak lagi sama." Air matanya jatuh, tanpa bisa dicegah, menyatu dengan tetes hujan yang membasahi dunia di sekitar mereka. Hujan turun seolah ikut menangis, mengiringi jiwa yang saling mencinta namun tak bisa bersama. Rayven menggeleng pelan, hatinya mencabik dari dalam. Ia meraih tangan Cindy, memohon dengan sisa harapan yang ia miliki, Namun Cindy menarik tangannya, perlahan tapi pasti, lalu melangkah mundur. "Kalau waktu memisahkan kita... maka aku akan menunggu selamanya!" Rayven berseru, suaranya nyaris patah. "Cindy, tolong... beri aku alasan! Kenapa kamu harus pergi? Kenapa bukan kita yang melawan dunia ini bersama?" Cindy tersenyum dalam tangisnya. "Karena tidak semua cinta ditakdirkan untuk dimenangkan, Rayven..." Kemudian ia berbalik, melangkah pergi, meninggalkan Rayven di tengah hujan yang kini terasa jauh lebih dingin dari sebelumnya.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo