Sisi Lain

Sisi Lain

  • WpView
    Reads 22
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Mar 21, 2020
Aku tertawa, senang bertemu dengan teman-teman, bermain bersama itu sangat menyenangkan. ********** Tetapi apakah itu benar-benar diriku? Apa yang orang lihat dari diriku? Apakah semua orang senang melihat diriku yang selalu tertawa seakan-akan bahagia? apakah aku tetap dapat merasakan perasaan positif itu ketika semua orang dapat melihat perasaan negatif yang selalu menyelimuti hidupku. Aku hanya ingin selalu merasakan kasih sayang bukan celaan dan sisi buruk dari kehidupan yang di berikan tuhan kepadaku.
All Rights Reserved
#39
tragic
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • I Love You
  • Hopeless
  • Jovandra
  • Delayed happiness
  • Menyerah atau Bertahan?
  • M E M O R Y  (On Going)
  • Sebelum Luka
  • Humanize Human
  • Terjebak Diwaktu Yang Sama
  • You And I

Ada yang bilang disaat kita menunggu kita akan mendapat yang kita mau. Tapi apa itu adalah sebuah fakta atau hanya hal manis yang di ucapkan kepada anak-anak? Ada yang bilang disaat kita tersenyum maka hati kita akan tersenyum juga, tapi apa itu hanya nasihat tersirat yang di ucapkan untuk anak kecil? "INI SEMUA SALAH LO RISS! KALAU SAJA HATI LO ADA RASA EMPATI, DIA GAK AKAN PERGI!!" Terkadang kalimat yang di ucapkan oleh manusia lebih mematikan daripada tusukan pedang di jantung. Kalimat yang terus menerus menghantui hari hari ku membuat ku kehilangan diriku sendiri. Kalimat yang membuat diri ku yang dulu hangat menjadi dingin tanpa ada senyuman tulus yang terukir di wajah ku. Aku yang terkadang berharap jika diri ku yang harusnya mati lebih dulu daripada harus hidup dengan beban yang terkadang aku gak mampu menahan nya. Semenjak aku yang di tinggal pergi oleh orang tua ku. Aku yang kehilangan sahabat terbaik ku yang aku baru menyadari jika ternyata dia merupakan cinta pertama. Aku juga wanita yang kehilangan kakak yang sebenarnya masih bisa aku pertahankan. Karena kalimat tadi, aku membuang semua nya! Aku kehilangan semuanya termasuk diri ku sendiri! Aku gak tau siapa diri ku! Hingga pria itu datang. Dia menyebalkan! Aku membenci nya! Namun kenapa disaat aku menyukainya aku kembali di hadapkan rasa kehilangan yang menanti. Apa hidupku hanya selalu harus kehilangan? Jika aku boleh egois bisa kah aku bersama pria itu? Atau aku hanya akan mati tragis tanpa merasakan cinta apapun?

More details
WpActionLinkContent Guidelines