AKZAEEN

AKZAEEN

  • WpView
    Lecturas 50
  • WpVote
    Votos 20
  • WpPart
    Partes 5
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación jue, mar 26, 2020
WpInfo
Ficción
Romance
"Udahan pokoknya hari ini , dan buat Zae jangan bar-bar deh kalau idup, tingkahmu kayak bocah laki.Yang laki aja tingkahnya gak nyampek gitu juga! "nasehat dari sang baginda raja untuk putrinya,tapi sayang tingkahnya jelmaan laki laki sang putrinya itu. "Ingat gak Pi motto hidupku?Bukan motto merek micin yang udah susah dicarinya loh Pih!"ingatkan Zae kepada Papinya. "Hapal diluar kepala kalau itu Papi."ujar sang Papi ke Zae putri ter nyebelin bin ngapretin tingkahnya. "HIDUP SEKALI HARUS DINIKMATI."teriak lantang dari bapak nan anaknya tanpa memperdulikan orang disekitarnya. Kan kan bapak anak sama saja ma,buah jatuh gak jauh dari pohonnya.Pepatah kakek moyang emang banyak benernya. 🦉 Dan bajimana kisah Akzaeen si anak bermotto "hidup sekali harus dinikmati" berlanjut. Ikuti terus kisah ai Si Garing ya. Bay Bay muchuah💋
Todos los derechos reservados
#359
saudara
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Suamiku Amnesia (REPOST)
  • Dirgantara Family
  • Cheerful Girl [ENDING]
  • TIME will TELL {On Going}
  • Sold Out!!
  • KOMPAS || END ||

Follow dulu sebelum baca! Naila yang sejak dulu selalu menerima hinaan dari Darel terpaksa harus menikah dengan pria itu akibat mereka kepergok warga sekitar tengah berbuat hal tidak senonoh di dalam mobil. Saat itu Naila terpaksa menerima tawaran Darel untuk menjadi jalang pribadinya demi sang Ibu. Pada akhirnya mereka memutuskan untuk menikah diam-diam, bahkan tanpa sepengetahuan orangtua Darel. Sampai suatu hari Darel tiba-tiba hilang ingatan. Apakah Naila akan memanfaatkan kesempatan ini untuk kabur dari kekangan Darel yang hanya menganggapnya sebagai pemuas nafsu saja? Atau justru memilih bertahan sembari membantu Darel mengingat kembali tentang pernikahan rahasia mereka. "Bayi ini anakmu, Nai?" -Darel- "Iya." -Naila- "Siapa ayahnya?" -Darel- "Kamu tidak perlu tahu!" -Naila-"Kenapa anakmu begitu mirip denganku? Oh, atau jangan-jangan dia adalah anak dari papaku? Cih, jadi sekarang kamu menggantikan ibumu menjadi simpanan papaku? Dasar tidak tau malu, ibu dan anak sama saja!" -Darel- "Bagaimana bisa kamu langsung menyimpulkan kalau anak ini adalah anak dari papamu? Hanya karena anak ini begitu mirip denganmu? Dasar gila!" -Naila- "Sudahlah, jangan mengelak lagi. Sudah pasti dia adikku, dasar murahan!" -Darel- "Terserah, capek ngomong sama batu. Tapi yang pasti, anak ini bukan anak dari papamu!" -Naila-

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido