Lunox Academy Chapter 1 : Lovely

Lunox Academy Chapter 1 : Lovely

  • WpView
    Reads 56
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Apr 9, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Kisah ini menceritakan tentang seorang perempuan bernama Liona yang bersekolah di suatu SMA bernama Lunox Academy (salah satu sekolah akademi perang). Di sekolah itu, para siswa harus bersaing satu sama lain dengan cara bertarung menggunakan mesin simulasi perang buatan sekolah tersebut dan yang bisa meraih peringkat 100 besar akan di ikutkan ke Lunox Camp Battle Fleet (pelatihan angkatan perang). Tapi semua berubah ketika ada seorang senior laki-laki yang membuat dia jatuh cinta bernama Kyoto. Dia lelaki yang tampan but, he's a fvckboy, akankah Liona Bisa mendapatkan lelaki tersebut tanpa mengganggu impiannya ke kamp perang?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Secretly Looking at You (END)
  • A Days With You
  • Darel : Hold It In
  • Velocity In Love
  • Rynathan [✔]
  •  First Love Again
  • Affection Love
  • Remembered Devan (Sudah Terbit)
  • AKSARA MILA
  • Awas Jatuh Cinta

"Ich liebe dich, Bapak Ridan." Tanpa malu, Anya mengucapkan hal itu. Ridan yang mendengarnya dibuat tertegun. Pasalnya, gadis remaja itu mengucap kata cinta padanya--guru yang memiliki perbedaan usia nyaris 20 tahun. "Dia lagi latihan buat drama, Pak," sahut Apin yang muncul dari belakang, langsung membekap dan memiting leher Anya, kemudian menyeretnya pergi. "Ada tugas dari guru Bahasa Indonesia." Pian merasa harus ikut andil untuk menghentikan tindakan Anya yang tiba-tiba itu. "Temanya ucapan kasih buat guru, sepertinya Anya salah paham sama penjelasannya. Permisi, Pak," jelas Pian yang bergegas pergi menyusul Anya dan Apin. Pipit yang berada di belakang mereka memandang Ridan dengan tajam. Ridan menghela napas, mulai lelah berurusan dengan siswa julid yang satu ini. "Kamu mau ngomong apa, Vitra?" "Makanya, Pak, cari pacar. Masa ditembak sama anak SMA," kata Pipit sebelum berlalu pergi dengan kedua tangan berada di saku celana. Ridan hanya bisa mendengkus dengan mulut terbuka. Sepertinya ia harus meninjau ulang keputusannya pindah ke SMA Merpati yang terasa seperti sebuah kesalahan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines