Ghuroba
  • WpView
    Reads 153
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Mar 22, 2020
Bismillah... Assalamu'alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh. Apa yang terbesit dalam benak kita saat mendengar istilah "golongan minoritas"? Apakah golongan yang terkucilkan, terzalimi, dan termaginalkan?. Atau mungkin golongan yang seharusnya di hindari dan di takuti? Dalam cerita ini , penulis akan menceritakan tentang seorang gadis yang berasal dari golongan minoritas yang berasal dari sebuah daerah yang sangat minoritas mengenai islam. Ia menimbah ilmu di sebuah pesantren impian. Kegigihannya dalam menyampaikan kebenaran tentang islam kepada keluarga bahkan orang-orang di lingkungan sekitarnya , menjadikannya seorang wanita yang lebih bersabar. karena ia tahu , tidak semua orang akan mendengarkan apa yang di sampaikan , walau kebenaran itu pun benar adanya. Semoga para pembaca dapat mengambil hikmah dari setiap tulisan yang saya tuangkan dalam bentuk fiksi.. Taqobbalallahu Minkum... 😊 Wasaalamu'alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh Selamat Membaca.... ♡
All Rights Reserved
#102
cadar
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • [SB I] Terperangkap Dalam Tanya [COMPLETED]
  • Takdir Sang Ilahi [END]
  • MELINTASI CAHAYA
  • Ad Meliora || END✓
  • Sepertiga Malam Tentangnya
  • Cahaya Iman Gus Berandal (on going)
  • HADIAH DARI LANGIT [END]
  • Cinta Dalam Rohis
  • Cahaya Cinta di Langit Biru

[SUDAH TAMAT] Pernah dengar kata menunggu?. Tentu pernah bukan?. Namun banyak orang yang terkadang sangat lemah dan sering mengeluh saat menunggu. Bagaimana jika ku katakan menunggu itu indah? Mengapa? Karena kupikir dengan menunggu akan selalu ada rasa terselip, yaitu rindu. Mengapa aku menyukainya? Jawabannya adalah karena dengan rindu, pertemuan dengan seseorang yang ditunggu akan terasa lebih indah bahkan hanya dengan satu tatapan. Aku tahu, kata orang tatapan adalah panah terdahsyat syetan bagi orang yang tidak diperbolehkan untuk menatapnya. Namun apalah dayaku yang hanya seorang gadis faqir ilmu dan faqir amaliyah ilmu. Aku tahu yang dilanggar namun terkadang aku tetap saja melanggar. Aku tahu yang diperintah namun terkadang tetap saja menyanggah. Malam terlalu pekat hari ini, bahkan hingga satupun bintang tak ada yang terlihat. Sepertinya ia tahu akan rinduku. Tapi ku harap rinduku biarlah jadi rahasia hatiku dan Allah, agar tak perlu ada hati lain yang tersakiti oleh rindu ini. Masih tentang dialog yang sama yang ku katakan pada Allah. Tentang do'a untuk orang tua, untuk keluarga, untuk seluruh muslim dan muslimat, untuk mukminin dan mukminat, dan untuk satu orang yang terselip. Orang yang pernah, bahkan masih mengisi hatiku sampai saat ini. Aku tak tahu bagaimana wajahnya sekarang, tapi wajah kecilnya saat itu masih terpotret dengan jelas dalam memori ingatanku. Entahlah bagaimana aku bisa mencintainya, padahal jika menurut logika aku hanya terlalu serius menanggapi omongan anak itu. Nadhira Nur Azmi ,,, Ig ; @baitsnf Yt ; @Baits_

More details
WpActionLinkContent Guidelines