Angga dan Zara mengambil keputusan besar, di mana mereka sebenarnya tidak menghendaki hal tersebut. Mereka nyaman dengan satu sama lain, bukan dalam sebuah ikatan. Mereka mengakui hanya sebatas sahabat. Tidak ingin lebih dari itu. Prinsip mereka, kalau jatuh cinta, lalu ada yang terluka, maka mereka tidak akan bisa kembali seperti semula, tidak ada lagi rumah untuk kembali.
Jatuh cinta pada sahabat, apabila berakhir menyakitkan, maka bukan hanya kehilangan cinta, juga kehilangan sahabat terkasih.
Namun, semua prinsip itu putus begitu saja ketika ada kontrak yang harus mereka lakukan. Mereka memilih untuk menyerah dan mencoba menjalaninya.
Semula berjalan seperti biasa, namun ketika semuanya terjalani dengan keseharian, apakah mereka masih bersikukuh tentang persahabatan mereka?
This is, Term Marriage.
== CERITA INI HANYA FIKTIF BELAKA ==
Cinta mereka tidak setara. Pernikahan mereka diambang perceraian. Ketika kata cinta datang terlambat, semuanya hampir tidak selamat.
"Saya membebaskan kamu sekarang. Mulai hari ini terserah kamu mau melakukan apa sebab saya tidak akan peduli dengan semua yang kamu lakukan." -Hestama Satrio Hadipradja.
"Selamat atas kabar pernikahan kamu dan Serana. Semoga kamu dan dia bahagia selamanya." -Catradewi Haruna Rihayu.