Tidak pernah terpikir jika Finka akan terjebak dalam rasa permen. Tidak pernah terpikir juga jika masa lalunya yang abu-abu kembali mengejarnya.
"Gue gak sengaja lihat Pria itu cewek permen, dia berada disekitar kita sekarang," bisiknya dengan serius.
Mendengar hal tersebut, jantung Finka langsung begitu saja berdetak cepat, pikirannya menjadi kalut sekarang, tidak tahu apa yang harus dilakukan.
"Jangan main-main Brandon, lo udah buat gue kacau sekarang."
Brandon menghelakan napas panjangnya. "Jangan khawatir, gue akan ngelindungi lo."
"Menjauh dari gue!" Finka mendorong Brandon dengan kuat.
"Lo dalam bahaya Finka," tekan Brandon.
"Lo yang dalam bahaya kalau dekat dengan gue Brandon. Lo yang dalam bahaya, jadi sekarang tolong jauhin gue dan gue bisa mengurus masalah gue sendiri. Gue handal dalam beladiri, lo lupa?"
"Handal?" Brandon mendekatkan dirinya kembali, "Lo sadar gak kalau kehandalan beladiri lo itu selalu hilang saat lo terlalu kalut dengan ketakutan lo."
"Lo hampir mati di liburan kita kemarin Finka. Lo ketakutan sampai gak bisa pakai beladiri lo," timpalnya lagi.
"Lo anak baru mending lo jauh jauh dari gue, jangan pernah deket deket sama gue lagi! nasib gue tuh jadi sial banget setiap kali deket lo" marah Aleo terhadap Melody.
---
"Lo semua masuk ke kelas biar gue yang temenin dia" ujar Aleo sembari menoleh ke arah Melody sebentar lalu membuang pandangannya
"Jadi, siapa dulu nih yang mau ngomong? Atau mau diem dieman terus sampe pulang sekolah?" tanya Melody memulai pembicaraan
"Kalo mau tidur tidur aja" ujar Aleo cuek
"Yaudah, tapi lo jangan macem macem sama gue, awas lo" ujar Melody
"Lo pikir gue cowo apaan" balas Aleo
"Ya kali aja gitu kan nggak tau juga" ujar Melody namun tidak di hiraukan dengan Aleo, Melody pun berbalik membelakangi Aleo yang sedari tadi kaku. "Mau lo apa sih Al, kadang baik kadang dingin banget, susah banget di tebak" monolog Melody dalam hatinya
---
"Nah gitu dong, senyum kek.. baru kali ini gue liat lo senyum" ujar Melody memandangi wajah tampan Aleo yang sedang fokus mengobati lukanya
"Jangan diliatin terus, ntar lo suka lagi sama gue" balas Aleo yang sadar dirinya di tatap begitu lekat oleh Melody
"Hah? S..siapa lagi yang ngeliati tte..terus, gr banget" jawab Melody terbata bata
"Awhh pelan pelan dong Al, sakit tau" Melody mengalihkan topik
"Iya sory, tadi katanya nggak sakit" usil Aleo