MCI - Festival

MCI - Festival

  • WpView
    MGA BUMASA 61
  • WpVote
    Mga Boto 9
  • WpPart
    Mga Parte 11
WpMetadataReadKumpleto Fri, Apr 3, 2020
Tech mulai berjalan menuju ke arahku, lebih tepatnya ke arah tas yang berisi hadiahku. "Kecuali jika teman barumu memang ingin memberi hadiah berisi kabel, kotak besi, dan beberapa sirkuit-" ia memandangku, "bukan teman yang baik," Kami langsung saling pandang. "Dokter, tekan tombol darurat," kataku mengambil tindakan. ----- Setelah melewati kasus pertama, tim MCI menyelidiki kasus baru dan penelusuran lebih lanjut dari sumber kejahatan mikroorganisme ini. Kini, mereka dihadapkan dengan kasus yang menyerang lebih banyak korban dan kerjasama dengan pihak lain. Cerita ini hanyalah fiktif belaka. Kesamaan latar tempat, waktu, karakter, serta nama tokoh hanya kebetulan semata dan tidak ada unsur kesengajaan untuk dramatisasi penulisan cerita. Selamat membaca!
All Rights Reserved
#63
ahli
WpChevronRight
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • Kode Biru
  • adel si bungsu
  • Another [END]
  • Cinta Ini Milik Kita
  • Bayangan Dalam Kegelapan - ON GOING
  • ATLANTYA Heart Beneath The Red Moon
  • An Agent FBI who named Aisyah
  • Sinister Belles
Kode Biru

Di rumah sakit tempat Dr. Adrian bekerja, kematian bukanlah hal yang asing. Namun, ada sesuatu yang janggal dalam beberapa minggu terakhir. Pasien yang seharusnya stabil tiba-tiba mengalami henti jantung tanpa sebab yang jelas. Setiap kali kejadian itu berlangsung, alarm Kode Biru berbunyi tetapi tak ada yang bisa menyelamatkan mereka. Adrian mencoba mencari pola di balik insiden ini. Semakin dalam ia menyelidiki, semakin banyak kejanggalan yang ia temukan: rekam medis yang dihapus, CCTV yang tiba-tiba rusak, dan laporan kematian yang dipalsukan. Hingga suatu malam, ia menemukan sebuah dokumen rahasia yang seharusnya tidak ada daftar nama pasien yang meninggal sebelum waktunya, termasuk nama yang belum tercatat dalam sistem rumah sakit. Ketika Adrian mulai menghubungkan titik-titik, ia menyadari satu hal yang mengerikan: seseorang sedang bermain dengan hidup dan mati di rumah sakit ini. Dan semakin dekat ia dengan kebenaran, semakin besar bahaya yang mengintainya. Sampai akhirnya, sebuah pesan misterius muncul di layar monitor ICU. "Kau terlalu banyak tahu, Dokter." Sekarang, Adrian bukan lagi hanya seorang dokter. Ia adalah target berikutnya. Mampukah ia mengungkap rahasia kelam di balik Kode Biru, atau akankah namanya menjadi bagian dari daftar kematian yang tak terjelaskan?

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman