Maid Mine

Maid Mine

  • WpView
    Membaca 3,316
  • WpVote
    Vote 78
  • WpPart
    Bab 19
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sab, Sep 12, 2020
Lunally Nadira Wijaya. Si gadis manja yang selalu mudah mendapatkan apa yang ia inginkan. Pengkhianatan yang dilakukan oleh orang-orang yang ia cintai, membuat sifat buruknya semakin menjadi-jadi. Puncaknya, ia memilih kabur dari rumah setelah mendengar rencana perjodohan yang dilakukan oleh kedua orangtuanya. Luna terjebak di keadaan yang tak pernah ia pikirkan sebelumnya. Menjadi seorang Asisten Rumah Tangga adalah sesuatu kemustahilan nyata yang mau tak mau harus dijalaninya.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#925
kisahcinta
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Prenuptial Agreement
  • (Un) Perfect Life
  • (un) Match Couple [TAMAT]
  • Dijodohkan Dengan Santri
  • Queensha ( END )
  • Marriage Blues (COMPLETED)
  • I Love My Little Sister
  • Bad Revenge || I'm Sorry
  • Restore Me | TAMAT✔

"Tya, kapan kamu akan menikah?" tanya sang ayah. "Nanti, Yah, kalau sudah ada jodohnya," jawaban ringan itu yang selalu menjadi andalan Adistya. "Iya kapan?" tanya kembali ayahnya yang sepertinya tak sabar menginginkan sang putri untuk segera menikah. "Sabar kali, Yah, toh jodoh gak akan ke mana." "Jodoh memang tidak akan ke mana, tapi kalau gak ke mana-mana kapan dapat jodohnya." Kutipan itulah yang selalu ayahnya ucapkan. Membuat Adistya memutar bola matanya bosan. Ayahnya itu gemar menanyakan perihal jodohnya apalagi mengingat usianya yang sudah menginjak angka 27, usia yang sudah cukup matang untuk membina rumah tangga sampai ayahnya gemar sekali mencarikan jodoh yang untungnya tidak pernah berhasil. Adistya lelah begitupun dengan sang ayah, sampai akhirnya sebuah kesepakatan mereka buat untuk perjodohan terakhir Adistya. Kebebasan sudah ada di depan mata, tapi harapan itu harus gagal karena dengan lancangnya kepala Adistya mengangguk mengkhianati hatinya.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan