Kisah Cinta Kita [SELESAI]

Kisah Cinta Kita [SELESAI]

  • WpView
    Reads 518
  • WpVote
    Votes 197
  • WpPart
    Parts 21
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Apr 29, 2020
Briliant, seorang traveling yang kali ini ia berada di prancis. Di Prancis ia menjelajahi berbagai tempat menarik.Saat ia berada di menara eiffel, ia bertemu seorang laki-laki tampan dan ia jatuh cinta padanya.Mereka mulai saling mengenal satu sama lain hingga suatu ketika mereka berpisah dan berharap dapat bertemu kembali di tempat pertama merela bertemu, yaitu di menara eiffel. Bagaimana kiaah mereka?? Jangan lupa vote and comentnya yaw😂 Mkalumin ya kalo jelek soalnya ini cerita pertama aku😂
All Rights Reserved
#64
romanc
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Skenario Hati [Sudah Terbit]
  • Ellard Dark Story
  • First Love❤
  • The Billionaire's Cold
  • BLUE
  • Un Jour (Satu Hari)✔
  • Gelasia : About
  • OUR INCOMPLETE STORY
  • The Emperor's Sun
  • I'm Always Be Yours (END)

Blurb: Semuanya berawal dari pertemuan tak sengaja antara Nathayas dengan seorang lelaki di sebuah KRL jurusan Stasiun Jakarta Kota. Tak menyadari bahwa dirinya salah memasuki gerbong membuat Nathayas harus berkali-kali merasakan debaran aneh di dalam hatinya setiap kali menatap senyuman khas lelaki yang berdiri di hadapannya. Tepat di hadapannya. Tak mau ambil pusing dengan segala macam ketidak sengajaan yang ditemui sepanjang perjalanannya, ia pun memutuskan untuk melupakan semuanya, termasuk melupakan senyuman yang membuatnya tak berhenti menyunggingkan senyum di bibirnya. *** "Mbak, itu masih ada yang kosong," ucap lelaki itu kemudian sambil menunjuk kursi di seberang, kulihat kursi itu diantara dua orang lelaki. Aku menggeleng pelan. Tiba-tiba lelaki itu berjalan ke arah kursi yang ditawarkan olehnya dan meminta seorang Bapak yang berada di ujung kursi untuk bergeser. Ia lalu menatapku dan kembali menyuruhku untuk duduk. Aku berjalan perlahan menghampiri lelaki itu dan duduk di ujung kursi. Sementara lelaki itu bersandar di besi yang berada di sebelahku. Aku mengamati punggungnya dari tempatku duduk. Tiba-tiba ia berputar dan meletakkan tas ranselnya di atas tempat dudukku. Ia tersenyum ramah saat melihatku masih memperhatikannya. ***

More details
WpActionLinkContent Guidelines