Story cover for Misunderstanding by Madam_Rainy
Misunderstanding
  • WpView
    Reads 5,820
  • WpVote
    Votes 255
  • WpPart
    Parts 16
  • WpView
    Reads 5,820
  • WpVote
    Votes 255
  • WpPart
    Parts 16
Complete, First published Mar 22, 2020
Mature
Tubuh Irina terpental hingga ke tembok basement karena Rayen menyentaknya dengan keras dan memegang bahu Irina hingga menempel tembok.
"Why?"
"..." Irina hanya menatap wajah Rayen dengan bingung.
"Kenapa kamu pergi saat aku membicarakan masalalu?"
"Karena memang saya  harus ke toilet. Dan kenapa anda perduli, saya mendengar atau tidak?"
"Jangan pernah berbicara formal saat kita sedang berdua. Aku muak."
"Maaf, tapi sekarang anda adalah klien saya." Irina tak ingin mengalah kali ini.
"Oh, ya aku adalah klien kamu hari ini kan."
Entah apa yang harus dilakukan Irina saat mata Rayen terlihat memerah dan penuh emosi, tapi Irina tidak mau mengalah dengan pria egois dan paling dia benci ini hingga tanpa Irina duga Rayen mendekatkan wajahnya dan tanpa berfikir lagi Irina segera melangkahkan kakinya untuk menghindar. 
Terlambat. 
Rayen menarik tangan Irina hingga punggung Irina menempel di tembok lagi dan menyurukan wajahnya dan menempelkan bibirnya dengan kasar dan melumat bibir Irina. Sesaat, Irina terbuai dengan lumatan kasar namun menggoda dari Rayen sebelum kesadarannya kembali dan Irina meronta berusaha melepas cengkraman Rayen hingga tangannya terbebas dan...
PLAKKK
All Rights Reserved
Sign up to add Misunderstanding to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
Lalita My Love(Selesai) by Berliana87
35 parts Complete Mature
Lardo menarik Lalita dan melumat bibir Lalita, jangan pernah mencobanya, karena bibir ini milikku, kau mengerti. "Lalita mengangguk". "Apa.......!!!", pekik Lalita sadar dengan apa yang ia lakukan. "Lardo hanya menatap datar keterkejutan Lalita. "Bagaimana anda bisa bisa masuk ke dalam toilet wanita sir?, Lalita menoleh ke kiri dan ke kanan, bagaimana kalau ada yang melihat anda disini?, Ini perusahaanku Lalita, aku bebas berada dimanapun aku suka, Lardo mengelus bibir Lalita, aku menginginkannya lagi, Lardo menarik dagu Lalita, menyatukan bibir mereka, Lardo menghisap bibir Lalita membuat Lalita mengerang pelan. Ini benar-benar nikmat, Lardo memperdalam ciumannya Lalita merasakan jantungnya berdegub sangat kencang, kakinya lemas seakan tidak bertulang, Lardo masih melumat bibir Lalita dengan rakus, satu tangan Lardo menahan pingang Lalita, entah sejak kapan Lalita mengalungkan keduan tangannya di sekeliling leher Lardo. Ikuti gerakan yang aku lakukan di dalam mulutmu Lalita, bisik Lardo di telingah Lalita ini akan sangat nikmat sayang, Lardo mengecup rahang Lalita sebelum kembali melumat bibir Lalita dengan lebih lembut dan lambat, Lardo ingin Lalita ikut menikmati tautan bibir mereka. Uuhhhh.....Lalita mengerang lembut, Lalita ikut mencicipi bibir Lardo, bibir Lalita dengan lembut mengikuti gerakan bibir Lardo di mulutnya, lidah Lardo membelit lidah Lalita, begitupun dengan Lalita "Kau belajar dengan cepat rupanya, Lardo meraup bibir Lalita kembali mendominasi ciuman mereka, kita harus berhenti sekarang Lalita sebelum aku melakukan sesuatu lebih padamu. Lardo tersenyum melihat Lalita yang menutup matanya, mereka menarik napas dalam-dalam. Aku harus pergi sekarang, Lardo melepaskan kedua tangan Lalita, kemudian mengecup lembut bibir bengkak Lalita. Lalita masih mengatur napasnya, menatap tidak percaya pada pintu yang tertutup. Aku......pikirnya
Masa Itu ✔ (Tamat di Karyakarsa)  by AnisWiji
9 parts Complete
"Nggak ada perempuan yang baik yang mau sama pasangan orang!" Teriak Keira menatap sengit ke arah Bagas. "Kei!" Teriak Bagas membalas teriakan Keira. Disini Bagas yang salah, bukan perempuan kecil yang tengah ia gandeng bahkan perempuan kecil itu sekarang ketakutan bersembunyi di belakang tubuh Bagas. "Apa karena pernikahan kita berawal dari perjodohan kamu bisa seenak jidatnya membawa dia pulang?" Tangan Bagas yang bebesa memijat keningnya, ia tahu jika masa lalunya akan terkuak juga. Bagas disini bukan tidak menghargai Keira tapi ia tidak tahu hal apa yang harus ia lakukan. "Pelankan suara kamu Kei. Dia tidak bersalah." Pinta Bagas dengan nada sedikit mengiba. "Lantas kenapa dia ada disini? Kemana jal*ng kamu itu?" Keira sadar saat ia menikahi Bagas, Bagas memang masih memiliki kekasih. Tapi tidak harus membawa ekornya ke dalam pernikahan yang baru menginjak usia empat tahun ini, bukan? "Keira, stop bicara kasar. Lebih baik kamu masuk kamar. Aku mau mengantar Lala ke kamarnya." Putus Bagas dengan melangkah masuk ke dalam kamar yang dulunya ditempati tamu. "Kamu memang kelewatan Mas. Aku sadar jika aku belum bisa memberikan kamu anak, tapi jangan pakai cara seperti ini." Selesai mengatakan itu Keira bergegas ke kamar utama, ia membanting pintu sekerasnya. Langkahnya menyapu ruangan yang banyak memberi kenangan manis dengan Bagas, kedua tangannya mengambil koper dan menyiapkan beberapa barang yang akan ia bawa pulang. Harga dirinya sangat tinggi, jadi saat Bagas membawa anak itu kesini maka dirinyalah yang harus pergi. "Apa-apaan kamu, Kei." Bagas yang selesai menidurkan Lala sontak terperanjat dengan keadaan kamar tidurnya yang sudah seperti kapal pecah. Jangan tanyakan apa yang dilakukan Keira. Melangkah keluar, ia mengusap sisa air matanya. "Aku mau pergi dari sini, dan kamar ini seperti ini sama seperti hatiku."
METAFORA WAKTU  by Ylndawlndr
13 parts Complete
'Atma ini telah menyatu dengan kala penuh lara, asmaraloka terasa semakin Aksa. Daksa pun semakin letih. Ingin menggapai Harsa yang baswara. Namun, sayangnya tetap menjadi fatamorgana yang enggan menjadi nyata.' •••• Genggaman tangannya melemah, sorot matanya berubah teduh. Ia tersenyum getir menatap wajah manis di depannya. "Aku brengsek ret," "Aku tau," Tenggorokannya tercekat, rasanya ia ingin memutar waktu kembali. Ia tak ingin di posisi seperti ini, merasa bodoh menjadi seorang laki-laki dan merasa gagal akan janjinya yang tak pernah ia tepati. "Aku sering nyakitin kamu, aku selalu bikin kamu kecewa." "Aku gak lupa," Sudut matanya berair, hatinya begitu ngilu saat merasakan sentuhan hangat tangan kecil itu menyentuh wajahnya. "Aku egois ret, kenapa masih mau bertahan sama cowok gak punya perasaan kayak aku?" Nadanya melemah. Pandangan matanya berubah sayu. Tangan gadis itu terulur menyentuh rambut hitam legamnya. "Kamu tau bi? Setiap ngeliat kamu ngelakuin itu, aku sakit. Setiap kali kamu bohongin aku, aku semakin kecewa. tapi, aku gak mau ninggalin kamu." "Kenapa?" "Aku mau kamu tau, kalo perempuan tulus dan rela bertahan karena sakit itu masih ada, Walaupun kamu berkali-kali selingkuh dari aku." "Karena aku ingin versi dewasa kita menciptakan sebuah Harsa yang baswara, bukan hanya sekedar fatamorgana yang hanya menjadi fana." _______________________. haiii sobatt wattpad!! aku kembali hadir dengan cerita terbaru!! yukk kepoin lapak ini! di jamin ceritanya gak kalah seru sama cerita ku yang sebelumnya ❤️ note: typo bertebaran!! WARNING❗❗ DILARANG MELAKUKAN PLAGIARISME! JIKA INGIN DI HARGAI MAKA HARGAILAH ORANG LAIN!!!
You may also like
Slide 1 of 9
ONLY YOU cover
Lalita My Love(Selesai) cover
The cutie he raised is too sweet RAW cover
Masa Itu ✔ (Tamat di Karyakarsa)  cover
my perfect revenge (End)  cover
"LOVE AGAIN" cover
Diantara mereka cover
Obsess with you_(Greshan)[END] cover
METAFORA WAKTU  cover

ONLY YOU

16 parts Complete

Sebelumnya Aku terimakasih karena kalian udh mampir ke cerita yang aku buat ini😸 Maaf kalo masih banyak Typo"😁 . . "GUE GITU KARENA NEBUS KESALAHAN GUE KE dia" dengan suara melemah. "Dengan cara lo kaya ngasih harapan ke dia? ngajak dia jalan, nonton bareng, ngasih perhatian, gitu cara lo nebus kesalahan lo?" "Lo tahu kal, sebelum dia deket sama lo kaya sekarang ini dia bilang ke gue kalo dia udah ikhlas nerima kalo lo itu memang bukan yang terbaik buat dia, dan mungkin itu peluang buat gue ngedeketin dia" tertawa hambar. "Dan lo balik lagi ngedeketin Hanin disaat gue mau berjuang dapetin dia, lo bilang kalo lo udah putus sama karin dan ternyata lo belum putus... Sakit hati gue kal, oke gue terima kalo lo mulai deketin hanin sebelum gue tahu lo belum putus sama karin tapi setelah gue ahu semua ini gue gak akan terima siapapun nyakitin hati dia TERMASUK LO!!" Menatap tajam haikal. Saat akan keluar dari gudang kosong terdengar suara suara botol minuman yang terinjak kedua manusia itu langsung menatap ke arah pintu yang sedikit terbuka.