Terasing Di Kota Metropolitan

Terasing Di Kota Metropolitan

  • WpView
    Reads 64
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Mar 23, 2020
Masuk kesebuah lingkungan yang asing bagiku. Disaat orang-orang tersebut menganggap aku berbeda dari mereka. Seakan mereka menolak bergaul dan berteman denganku. Keadaan memaksaku untuk memasuki dunia yang baru, beradaptasi dengan mereka yang tak menerima prinsip hidupku. Perlahan kucoba mencerna apa tujuan Allah membuat aku berada di tempat ini, tempat yang jauh berbeda dari tempatku sebelumnya.
All Rights Reserved
#66
romanceislami
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Langit Senja di Kota Nabi
  • Berawal dari Amanah Ibu Berakhir menjadi Prinsip Hidupku
  • perjodohan dengan Gus (ON GOING)
  • Jalan Kita Berbeda [✔]
  • Let Me Love You (Complete✔)
  • Ustadzah Assyifa✔️
  • Kutinggalkan dia karena Dia
  • 𝓙𝓮𝓳𝓪𝓴 𝓚𝓮𝓷𝓪𝓷𝓰𝓪𝓷 𝓭𝓲 𝓤𝓳𝓾𝓷𝓰 𝓢𝓮𝓷𝓳𝓪
  • Perjalanan Kisah Cinta Afia
  • My Ustadz My Crush [SELESAI]

"Ada cinta yang tak tumbuh dari sentuhan, tapi dari doa yang dipanjatkan dalam diam. Ada perjuangan yang tak diceritakan dengan lantang, tapi dibuktikan dalam sujud yang basah oleh air mata." Azka Maulana, seorang pemuda Jawa yang sederhana namun penuh cita-cita, melangkah ke Kota Nabi dengan secarik doa dari ibu dan janji yang terpatri pada makam ayahnya: menuntut ilmu setinggi langit untuk mengabdi pada umat. Di Madinah-kota yang ditaburi cahaya dan barakah Rasulullah-Azka bukan hanya menemukan ilmu, tapi juga ujian demi ujian. Fitnah yang mengguncang nama baik, cinta yang terbungkus adab, dan dilema antara pulang atau bertahan. Namun di balik semua itu, Allah menyiapkan kejutan terindah: seorang Maryam Zahra, hafizah Qur'an yang menjaga dirinya seperti kelopak mawar dalam taman keimanan. Bersama Yahya si sahabat bijak dari Maroko, dan Alim yang pendiam namun mendalam, Azka menapaki jalan ilmu dan iman. Hingga langit senja di Madinah menjadi saksi, ketika cinta dan cita bersatu dalam akad yang penuh adab, lalu kembali ke tanah kelahiran membawa cahaya. Ini bukan sekadar cerita cinta. Ini adalah perjalanan jiwa. Tentang bagaimana seorang hamba belajar mencintai Allah, sebelum mencintai sesama. --- "Barang siapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga." (HR. Muslim) Dan surga itu, bagi Azka dan Maryam, bukan hanya di akhirat. Tapi juga di tempat mereka mengajar, di desa kecil, di bawah langit Indonesia... tempat di mana cahaya Madinah tetap menyala dalam hati. ---

More details
WpActionLinkContent Guidelines