Sekelam Angkasa

Sekelam Angkasa

  • WpView
    Reads 551
  • WpVote
    Votes 67
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jun 14, 2021
[Fantasi] Sebelum mengetahui bahwa darah seorang Earna mengalir dalam tubuhnya, hidup Azalea baik-baik saja. Dia masih bisa tertawa riang melihat kehebohan para penduduk desa kala menawarkan dagangannya. Dia dicintai hampir seluruh penduduk desa--sejenak melupakan tatapan-tatapan kengerian yang dilemparkan padanya entah karena apa dan betapa dingin sosok ibunya. Namun, setelah mengenal dirinya yang sebenarnya, afeksi yang diberikan padanya tidak lagi memberikan kesenangan yang sama. Dunianya yang penuh bunga berbagai warna dengan tanaman hijau sebagai penghias kini berubah menjadi suram. Dedaunan berwarna hijau cerah milik dunianya kini meredup, sebagian dari mereka terpaksa melepaskan diri dari tangkai yang menjerat mereka selama ini. Bunga-bunga yang indah tersebut kini menunduk, seolah kehilangan cahaya yang selalu membuat mereka menampakkan senyuman manis. Rasa penasarannya terhadap segala hal yang berkaitan tentang rahasia keluarganya--terutama dirinya sendiri dan kakaknya, Arsa--membawa dunianya ke dalam kegelapan tanpa ujung. Dunia miliknya menjadi sekelam angkasa, seolah bunga-bunga serta dedaunan yang sempat menghiasi dunianya hanyalah sebuah khayalan yang eksistensinya dipertanyakan. Selepas rahasia-rahasia itu terbongkar tepat di hadapannya, dunianya mengurungnya dalam labirin seolah meminta pertanggungjawaban. Dunianya berubah menjadi gelap. Tanpa adanya cahaya yang menuntunnya berjalan mengitari labirin tanpa jalan keluar. Lantas dia yakin, dia akan selalu terkurung di dalam labirin keputusasaan sebagai hukuman semestanya hingga kala nanti nyawanya direnggut habis. [warning! terdapat beberapa kekerasan dan beberapa hal yang bersangkutan dengan kata-kata di atas dalam cerita ini walau hanya sedikit. jika kamu kurang menyukai hal-hal di atas, kamu boleh meninggalkan cerita ini. terima kasih :)] cover sc: pinterest made from april, 2020
All Rights Reserved
#62
ceritaindonesia
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Pertemanan di balik Kutukan [On Going]
  • Haluan Takdir (With Seanna) [END]
  • RAESHA (Revisi)
  • AMERTA : The Last Embrace
  • Scarlet Mirage
  • ✔️Become The Main Character's Sister : Transmigration Story
  • Lumen Spei. [Ongoing]
  • CLARA[On Going]
  • Cantikku Dibalik Kacamataku [On Going]

🥀Cerita ini 100% karangan dari saya sendiri jadi mohon di hargain, jika memang tidak suka maka tidak usah di baca dan jika suka jangan lupa beri vote dan komen yaksss!!! ⚠️ INGAT DI LARANG PLAGIAT, COPY PASTE, MENIRU, MENJIPLAK, ATAU SEJENIS NYA. DON'T! Saya mungkin tidak tahu tapi allah tahu. Rintik hujan perlahan jatuh dari langit kelabu, tetesannya menimpa tanah kering dan retak, menciptakan lingkaran-lingkaran kecil yang segera lenyap bersama debu. Namun tak lama, langit seolah tak sanggup lagi menahan kesedihannya. Hujan turun semakin deras, membasahi tubuh seorang gadis yang berdiri diam di tengah kehancuran. Luka menganga di hampir seluruh kulitnya, darah mengalir perlahan, menyatu dengan air hujan yang mengalir di tanah. Namun ia tetap tak bergerak. Pandangannya kosong, tatapan hampa tanpa harapan, seolah jiwanya telah pergi jauh meninggalkan raganya yang lelah. Di sekelilingnya, dunia yang dulu penuh kehidupan kini tinggal puing dan arang. Tanah yang dulu dihiasi hamparan rerumputan hijau telah terbakar hingga hitam dan tandus. Pohon-pohon yang dulunya menjulang kokoh kini rebah, patah, dan hangus, tak menyisakan satupun daun yang selamat. Segala yang dulu indah, kini lenyap tanpa jejak, tersapu oleh sesuatu yang lebih kejam dari waktu, kehancuran yang tak memberi ampun. "Aku menghancurkan semuanya ... Aku seorang monster!" bisiknya lirih, dan setetes air mata mulai mengalir keluar dari ujung matanya, tak bisa dibedakan apakah itu air hujan atau air penyesalan. "Aku menyakiti orang-orang, aku membunuh orang tak bersalah ... Aku benar-benar seorang monster!" Air matanya menetes, bercampur dengan darah dan hujan. Dan dari bibir pucatnya, hanya satu kalimat yang terus berulang kali dia ucapkan, seperti sebuah mantra penyesalan yang tak berujung. "Maaf ... maafkan aku ... maaf ...." Dibuat : Rabu/13/April/2023 Selesai : ??? Written by :AYA_MNK ©hak cipta dilindungi Allah SWT

More details
WpActionLinkContent Guidelines