Sekelam Angkasa

Sekelam Angkasa

  • WpView
    Reads 559
  • WpVote
    Votes 67
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jun 14, 2021
WpInfo
Fiction
Fantasy
[Fantasi] Sebelum mengetahui bahwa darah seorang Earna mengalir dalam tubuhnya, hidup Azalea baik-baik saja. Dia masih bisa tertawa riang melihat kehebohan para penduduk desa kala menawarkan dagangannya. Dia dicintai hampir seluruh penduduk desa--sejenak melupakan tatapan-tatapan kengerian yang dilemparkan padanya entah karena apa dan betapa dingin sosok ibunya. Namun, setelah mengenal dirinya yang sebenarnya, afeksi yang diberikan padanya tidak lagi memberikan kesenangan yang sama. Dunianya yang penuh bunga berbagai warna dengan tanaman hijau sebagai penghias kini berubah menjadi suram. Dedaunan berwarna hijau cerah milik dunianya kini meredup, sebagian dari mereka terpaksa melepaskan diri dari tangkai yang menjerat mereka selama ini. Bunga-bunga yang indah tersebut kini menunduk, seolah kehilangan cahaya yang selalu membuat mereka menampakkan senyuman manis. Rasa penasarannya terhadap segala hal yang berkaitan tentang rahasia keluarganya--terutama dirinya sendiri dan kakaknya, Arsa--membawa dunianya ke dalam kegelapan tanpa ujung. Dunia miliknya menjadi sekelam angkasa, seolah bunga-bunga serta dedaunan yang sempat menghiasi dunianya hanyalah sebuah khayalan yang eksistensinya dipertanyakan. Selepas rahasia-rahasia itu terbongkar tepat di hadapannya, dunianya mengurungnya dalam labirin seolah meminta pertanggungjawaban. Dunianya berubah menjadi gelap. Tanpa adanya cahaya yang menuntunnya berjalan mengitari labirin tanpa jalan keluar. Lantas dia yakin, dia akan selalu terkurung di dalam labirin keputusasaan sebagai hukuman semestanya hingga kala nanti nyawanya direnggut habis. [warning! terdapat beberapa kekerasan dan beberapa hal yang bersangkutan dengan kata-kata di atas dalam cerita ini walau hanya sedikit. jika kamu kurang menyukai hal-hal di atas, kamu boleh meninggalkan cerita ini. terima kasih :)] cover sc: pinterest made from april, 2020
All Rights Reserved
#664
sendiri
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • THE DEMONIC YOUNGEST DAUGHTER
  • Life: Of The Fantasy World
  • Hantu Naci Piuu! [END]
  • Va in Soarta ✓ [TERBIT]
  • Twinblossom
  • THE FAMILY CODE: SECRETS [𝐸𝑁𝐷]
  • ✔️Become The Main Character's Sister : Transmigration Story

Aku tahu takdir memang selalu bercanda padaku, mungkin lebih tepatnya merundungku. Sedari awal hidupku tidak berjalan baik. Bukan, bukan melarat apalagi bekerja bagai kuda hanya untuk sesuap nasi, tetapi menjadi anak dari konglomerat yang meneteskan liur pada reputasi. Aku lah anak yang ditempa sekeras mungkin oleh orangtuaku untuk meraih reputasi impian mereka. Kurasa meski aku hancur berkali-kali, tumpul berkali-kali, dan berkarat berkali-kali; orangtuaku masih menarik leherku dengan paksa untuk bekerja demi reputasi mereka. Aku yang hidup seperti itu, kurasa dengan mati setidaknya bisa terbebas. Namun, bak keluar kandang buaya masuk kandang harimau, aku terbebas dari orangtuaku akan tetapi jatuh ke dalam genggaman entitas lain. Dewa yang menyeretku paksa untuk menjalani kehidupan seseorang yang kuberi iba secuil biji jagung. Libitina Kaltain. Karakter dari novel yang kubaca kala memiliki waktu luang sebiji kecil. Bukan, bukan pemeran utama yang menakjubkan apalagi pemeran penjahat. Tapi hanya pemeran pendamping yang bahkan hanya muncul sekali. Sang tumbal peperangan, keturunan yang menyedihkan dari Keluarga Kaltain. Anak yang hanya muncul saat keluarganya mengorbankan dirinya demi memenangkan peperangan. Anak yang malang, begitulah kupikir. Jika tahu rasa Ibaku yang ternyata membawaku ke sini, maka lebih baik kuludahi saja namanya. Libitina Kaltain, aku hidup kembali dalam tubuh penuh luka dan tak berdaya miliknya. Menjalani hidup menyedihkan Libitina yang bahkan lebih rendah dari budak, dianggap sampah keluarga yang tidak pernah dipandang. Aku hidup sebagai dirinya, sekaligus menanggung takdirnya yang entah apa. Bersamaan dengan kebingunganku pada Dunia dan takdirku sendiri, kata mengapa yang menggerayangi. Mau bagaimanapun aku harus bertahan di sini, meski bersamaan dengan kemarahan yang tumbuh membukit, serta dendam dan kebingunganku. Mungkin juga secuil harapanku. . _____________________ Warning: terdapat kata-kata kasar! Slow update

More details
WpActionLinkContent Guidelines