FATE
  • WpView
    Reads 297
  • WpVote
    Votes 20
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, May 4, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Kamu datang disaat aku tidak percaya lagi pada Cinta manusia yang semu. Menawarkan begitu banyak kebahagiaan disaat kesenduanku telah menjadi candu. Aku menerimamu sebab aku menyerah pada takdir jenaka ini, tapi kamu memilihku karna kamu memang benar-benar mencintaiku karnaNya. ***** " Aku tidak bisa menjadi sempurna untukmu, sebab aku punya keterbatasan dalam mencapai kesempurnaan. Tapi kuharap kekuranganku ini tidak menyulitkanmu dalam meraih cintaNya." - Nadira Adelia Hussein " Selalu ingat kelapangan hatiku, bahwa aku siap menerimamu ribuan kali. Mencintai semua yang ada pada dirimu, termasuk kekuranganmu. Karna menurutku, kamu adalah pilihan terbaikNya yang sudah disiapkan khusus untukku. Terima kasih karna telah menyambutku dalam akad. " - Abidzar Tsaqif Hamadi
All Rights Reserved
#14
nadira
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Peri Cinta (Wall Of Love) - END
  • Nadira Beserta Bahagia Miliknya ✔
  • Serius, Kita Cuma Temen Kost?
  • With You Until Jannah √ || End
  • Aku Kamu dan Dia [TAMAT]✔
  • Kekasih Pilihan
  • Love Till Jannah [END]
  • adalah TAKDIR (ongoing)
  • Eternal Love [Tamat]
  • ASHILA

Wira Arya Abimana, mencintai Jeanice Olive Pratiwi dengan segenap hatinya. Demi wanita itu dia berusaha menerjang dinding pembatas yang amat besar karena perbedaan keyakinan. Bahkan ketika sang ayah menjodohkannya dengan Nadhira Shakila Putri, Wira menolaknya mentah-mentah. Dia tetap yakin bahwa Jeanice akan meninggalkan keyakinan demi dirinya. Namun, harapan itu pupus ketika Jeanice lebih memilih melepas Wira. Mampukah Wira menerima Nadhira yang hadir dalam hidupnya bak seorang peri cinta? dan berusaha menyelamatkannya dari kesalahan besar yang akan dia pilih. Yaitu cinta dan keyakinan. Mampukah Nadhira bertahan di sisi Wira ketika penolakan demi penolakan dia dapatkan? "Jangan sok suci, Nadhira! Kamu hanya anak haram dari seorang simpanan." - Wira Arya Abimana "Aku tidak peduli apa yang kamu katakan padaku. Kamu harus mengakhirinya, Mas." - Nadhira Shakilla Putri. - "Aku bersedia masuk ke dalam keyakinanmu. Apakah kamu senang?" - Jeanice Olive Pratiwi

More details
WpActionLinkContent Guidelines