Saving Mosquito [TELAH TERBIT]

Saving Mosquito [TELAH TERBIT]

  • WpView
    Reads 296
  • WpVote
    Votes 74
  • WpPart
    Parts 15
WpMetadataReadComplete Thu, Jun 15, 2023
WpInfo
Fiction
Fantasy
[Telah Terbit] Part lengkap. Jika diberi pilihan untuk membunuh pupulasi hewan. Populasi hewan mana yang akan kaubunuh? A. Singa B. Lalat C. Nyamuk Jika pilihanmu, nyamuk. Mungkin pikirkan lagi. Kau tidak akan bisa membayangkan jika bumi hancur karena punahnya hewan tak berguna itu. Kabar baiknya, semua tidak berhenti di situ. Karena, tiga wanita misterius datang kerumahmu. Mereka mengajakmu berpetualang ke Dunia Tak Berguna--menyelamatkan nyamuk. Kau akan berperan sebagai Mac Harmon. Pria 14 tahun yang pemarah. Dan, dia buta. Mac Harmon akan memperlihatkan ajaibnya Dunia Tak Berguna tanpa perlu melihat.
All Rights Reserved
#238
ajaib
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • String of Soul
  • Dear Mr. Fantasy [END]✔
  • The Nobleeve : Ruinous Tracks
  • WHEN MOON AND STARS SHAPE MAGIC ELEMENT
  • | Breaking Fate For You • Minsung |
  • Who Is Called A Bird?!
  • My Mate Is Little Wife (Selesai)
  • My Handsome Alpha
  • Heroin Of Emores 【END - TERBIT】

Menjadi malaikat maut memang tidak mudah. Banyak persyaratan yang harus dipenuhi, mulai dari pemilihan hewan totem, fitting baju dinas, dan wajib lulus dari sekolah Undertaker untuk mendapatkan lisensi 'Pencabutan Nyawa' Peraturan abadi dan damai hanya satu; jangan pernah berbuat masalah, atau kau bisa saja disidang di depan para Dewan Kedutaan Kematian. Ugh, tidak mau! Cerberus bisa saja duduk manis di sana untuk menjadikan dirimu kudapan hidup-hidup. Lalu inilah Lief. Lulusan Undertaker sebagai Malaikat Maut terbaik, murid kesayangan kepala sekolah Hoogan juga. Terlihat sempurna, tampan, dan dianugerahi Sickle yang katanya memiliki kekuatan besar yang belum sepenuhnya bangun. Namun sayang, tatkala jam saku dan mata emerald Lief berpendar, dan nama seorang gadis yang hendak dijemput benang jiwanya berdiri di depannya, sang Malaikat Maut malah tak bisa melakukan apa pun. "Emmm ... apakah aku akan mati?" Lief menggaruk pelipisnya. "Seharusnya iya .... Tapi tunggu." Si Malaikat Maut kebingungan. "Di mana benang jiwamu?" This is pure imagination and fiction

More details
WpActionLinkContent Guidelines