Story cover for ABOUT MY LIFE by puja_lsksmwti
ABOUT MY LIFE
  • WpView
    LECTURES 955
  • WpVote
    Votes 185
  • WpPart
    Chapitres 7
  • WpView
    LECTURES 955
  • WpVote
    Votes 185
  • WpPart
    Chapitres 7
En cours d'écriture, Publié initialement mars 23, 2020
"terus maksud lo bilang kalo gue pacar lo itu apa?!" tanya Adara yang masih emosi

"dengan gue bilang lo pacar gue itu bisa bikin mereka ga bakal ganggu gue lagi," Rama berjalan perlahan seolah meninggalkan Adara, tapi ia menghentikan langkahnya "Jadi kita pacaran pura pura" setelah mengucapkan kata itu Rama pergi meninggalkan Adara.

Adara, murid yang sering sekali pindah sekolah karena pekerjaan orang tuanya

Awalnya ia hidup secara normal tapi ketika cowo itu datang hidupnya merasa tak tenang dan selalu diganggu dengan cibiran cibiran para cewe yang menyukai Rama.

Bagaimana kisah mereka? yuk langsung aja baca ceritanya😉

Budayakan vote & komen🙌
Tous Droits Réservés
Inscrivez-vous pour ajouter ABOUT MY LIFE à votre bibliothèque et recevoir les mises à jour
ou
#394problem
Directives de Contenu
Vous aimerez aussi
F A K E ? [End], écrit par zeevadeva__
58 chapitres Terminé
[Follow sebelum baca] "Kamu dimana?" Rheva menatap lurus ke depan tepat dimana sepasang remaja saling bermesraan. "Aku di rumah, sayang" jawab seseorang di sebrang sana yang tidak lain ialah Alvaro sambil mengelus puncak kepala seseorang yang bersandar di bahunya. Yang tidak lain, ialah Agatha. Rheva tersenyum kecut dan berusaha menahan air matanya. "Madep belakang coba" Alvaro menyernyit bingung namun tak urung mengikuti perkataan Rheva dari sambungan teleponnya. Alvaro memalingkan wajahnya dan menghadap ke belakang setelah menyuruh Agatha untuk duduk tegap kembali. Alvaro terpaku saat melihat Rheva berdiri tidak jauh di depannya. Memutuskan sambungan telepon sepihak, Rheva langsung bergegas pergi saat Alvaro masih mematung di tempat. Begitu pun juga dengan sosok perempuan yang tadi bersama dan bermesraan dengan Alvaro. Alvaro masih terpaku di tempatnya karena tidak menyangka akan bertemu dengan Rheva di sini. Ah, lebih tepatnya dia ketahuan berbohong karena lebih memilih berjalan dengan Agatha dan mengingkari janjinya dengan Rheva. Saat ia ingin menyusul Rheva, sebelah tangannya di tahan oleh Agatha yang diam-diam tersenyum senang dalam hati saat melihat kedua mata Rheva berkaca-kaca tadi. "Mau kemana?" "Aku harus nyusul Rheva, Tha. Aku nggak mau dia berpikir yang engga-engga" "Kamu mau nyusul dia, dan ninggalin aku sendiri di sini?" Alvaro mengacak rambutnya frustasi karena bingung ingin menyusul Rheva atau meninggalkan Agatha sendirian di sini. Yang penasaran, yuk langsung baca aja. Jangan lupa follow, vote, comment sama share ya! #rank 1 in Fakboi [30 - 09 - 2021] #rank 1 in Umum [23 -10 - 2021] #rank 1 in Umum [30 -10 - 2021] #rank 1 in Fakboi [08 -11 - 2021] #rank 1 in Umum [11 - 11 - 2021 - 30 - 11 - 2021] #rank 1 in School [08 -12 - 2021] #rank 1 in Sahabat [18 - 12 - 2021] #rank 1 in Fakboy [12 - 01 - 2022] #rank 1 in Nangis [01 - 02 - 2022] #rank 2 in Friendship [12 - 03 - 2022] #rank 1 in Friendship [13 - 03 - 2022]
Don't Talk About Money, écrit par catheryn99
55 chapitres Terminé
Pernah ga sih? Kalian sekelas sama anak beasiswa yang ganteng banget, pinter banget, tapi juga sombong banget. Padahal dia tuh miskin banget :( Bukannya Irin judging nih, tapi pernah sekali waktu dia sekelompok sama Tama dan maksa buat kerkel di rumahnya untuk tugas akhir mata kuliah Bahasa Indonesia, dan Irin baru tahu, ternyata di Jakarta masih ada ya rumah yang base nya dari kayu tanpa di semen. Letaknya dalam gang kumuh yang bau sampahnya kemana-mana. Tapi jujurly, kalian ga bakal lihat Tama seperti lingkungannya itu, walau dia juga ikut milah sampah yang bisa di daur ulang atau bisa dijual lagi sama bapaknya, semua hal ini yang mendukung Tama mendapat beasiswa untuk berkuliah di universitas terbaik, di tempat yang sama dengan Irin, lewat jalur surat keterangan tidak mampu. Tapi Irin sangat kagum sama Tama, bukan karena wajahnya aja yang tampan, walau hidup Tama terlihat jauh lebih susah dari Irin yang turun naik Jazz ke kampus, Tama ga pernah sekalipun terlihat mengeluh, ga kaya Irin yang perasaan hidupnya ngeluh mulu, malah pinter juga masih pinteran Tama, makanya Irin suka sama Tama, kalo kata Irin sih suka aja, ga yang gimana-gimana, tapi Irin tuh jadi suka ngintilin Tama, minta sekelompok sama Tama, minta diajarin Tama, mau makan bareng Tama atau bawain bahkan beliin Tama makanan, nawarin Tama balik bareng, mau main ke rumah Tama, sampai Tama tuh jengah, dan dari situ Irin menyimpulkan Tama sombong berikut berpemikiran sempit. "Kamu bisa ga? Ga usah dekat-dekat dengan saya? Saya ga butuh belas kasihan kamu, Irin. Jangan bawain saya makanan lagi, ga perlu tawarin saya pulang bareng kamu karena saya bisa sendiri. Jangan masuk ke dunia saya karena kamu tidak cocok. Kamu tidak perlu menempatkan diri sebagai saya karena kamu tidak tahu bagaimana kehidupan saya berjalan. Tapi di luar semua itu, saya bisa menjalankan hidup saya sendiri, tanpa bantuan kamu" Tapi, prinsip Irin tetap satu sejak awal. "Kamu lihat aja, kamu bakal balik dan ngemis cinta sama aku!"
RE-SILIENCE (END), écrit par blackcurrantbery
50 chapitres En cours d'écriture
Ia kira hidupnya akan berjalan mulus saja tanpa ada gangguan yang membuat jalan hidupnya berkerikil, ternyata kehidupan di Sekolah Menengah Atasnya, di warnai kegaduhan yang membuat Ibunya sering marah tidak jelas kepadanya Ia Kaven, anak dari Ibu Adinda, yang mana wanita itu sebentar lagi akan menikah dengan pria yang katanya teman SMA nya, ya... kalau itu membuatnya senang apa boleh buat, lagian Ibunya sudah lama menjanda setelah di tinggal nikah sama Ayah Tapi, tapi nih ya Ibu mau nikah sama pria yang anaknya musuh bebuyutannya, anak SMA TUNAS BANGSA yang sering kali ngajak ribut ia dan teman teman SMA MERAH PUTIH, ngotak nggak?, nggak cok!. Masa iya, tiba tiba sodaraan sama anak yang buat jalan hidupnya bergelombang . Hidupnya ini normal saja, mau ada masalah atau tidak hidupnya ini ya begitu saja, Ayah punya restoran besar dan penghasilan cukup untuk membiayai dirinya yang tak banyak pengeluaran ini, tapi, ada satu hal yang seru dalam hidupnya, yaitu menganggu anak SMA MERAH PUTIH, walau sering di sebut SMA tetanggaan nyatanya tidak setenggaan itu, jarak SMA kami cukup berjauhan, hanya saja ada jalan tikus yang membuat SMA kami berdekatan. Ia Ryanza, anak bapak Rafa yang terlihat sudah uring uringan melihat teman temannya tebar keromantisan di depan Ayahnya yang sudah lama menduda karena di tinggal istri meninggal Ia mah iya iya aja pas Ayah tanya dia mau nikah lagi, terserah dia mah, asal jangan buat dirinya terlibat banget, tapi, ia baru tahu kalau wanita yang bakal di nikahin Ayah itu Ibu dari anak curut dari SMA MERAH PUTIH yang sering natangin dirinya baku hantam. Mood nya hancur gitu aja, maksud Ayahnya apa?, apa Ayahnya tidak bisa memilih wanita lain?, aagh~ buat hatinya membakar saja . Tapi bukan itu masalahnya, masa lalu menghantui masa sekarang tidaklah baik, obsesi yang tidak masuk akal membuat kehidupan pecah begitu saja " Lo yang buat gue kayak gini Ven, kalau gue nggak bisa dekat sama lo,lebih baik lo terus sendiri " " Maaf "
Vous aimerez aussi
Slide 1 of 10
My Name is SYANARA (COMPLETED) cover
Nada - nada Raka (Complete) cover
F A K E ? [End] cover
Living with Brothers  [TAMAT]✓ cover
Albel cover
My Crush [ END ] cover
Don't Talk About Money cover
RE-SILIENCE (END) cover
INI CINTA BUKAN BENCI cover
AIRA [On Going] cover

My Name is SYANARA (COMPLETED)

55 chapitres Terminé

"Kamu ga akan pernah pergi, rumah kamu di sini kamu harus bareng terus sama Bunda" ucap Airin menahan putri bungsunya. "Maaf Bun, Ara pengen cari kebahagian Ara dan kebahagian itu ga Ara dapet di sini" ucap Ara sembari melepaskan tangan Airin yang menahannya. "Kamu akan pergi kemana? Cukup ikhlaskan Alvino dan semuanya ga ribet kayak gini" "Ayah ngomong gampang tapi aku yang jalanin susah! Sekarang coba Ayah yang ada di posisi aku, aku suruh Ayah pisah sama Bunda apa Ayah mau? Bertahun-tahun Fira selalu nomor satu di hati Ayah, tapi aku? Selayaknya pesuruh, selalu nurut apa kata penyuruhnya" Ara berkata dengan air mata yang semakin mengalir deras, ingin cepat pergi dari sana, "Apa Ayah pikir semua yang Ayah suruh dan aku turutin itu bikin aku bahagia? Jawabannya enggak!" Penasaran? Yukk langsung bacaaa