We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Huwaida

Huwaida

  • WpView
    Reads 30
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Mar 23, 2020
WpInfo
Non-Fiction
"HUWIDAAA...bangun jam berapa kamu masuk kuliah" Teriak mamanya sambil menepuk kaki anak bungsunya yang susah kalau d bangunin. "Apasihhhh mah, diem deh aku lagi di lamar nih sama babang tampan" sambil merentangkan tangannya dan memeluk mama tersayangnya. Bahkan gadis tersebut memonyongkan bibirnya dan akan mencium pipi mamanya. Seketika tangan mamanya mendorong mulut anaknya dan gadis itu bergelung lagi dengan selimut serta guling kesayangannya. "Astagfirullahaladzimm bener-bener ya anak ini susaah banget dibangunin" gerutu mamanya dalam hati. "Huwaida hayfa fauwniaaaa dalam hitungan tiga kamu ngga bangun mama siram kamu pake air"... " Satu.. dua.. tiggggg....gaaaa" tiba-tibq air itu membasahi wajah anaknya
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rejjan - ZIO's PAPA!
  • KALINDRA
  • GUNFA
  • Hai Januari
  • ASA (Lengkap/TERBIT)
  • Rasa Cinta Yang Terpendam
  • Hai, Jodoh!! (End)
  • Sweet Combat

[Cerita pertama!] [Cerita ini murni hasil karangan sendiri] Semoga sukaa yaa!! ________________________________ Rejjan Araska Daren, laki-laki tampan yang ambis dalam dunia perkuliahan, malah harus ngurusin bocah ingusan? Apa?! Rejjan nikah muda? Pacarnya hamil di luar nikah? Tidak, Rejjan tidak seperti itu, Ia bukan mengurus anaknya sendiri, melainkan anak orang lain. Lantas anak siapa? _________________________________ Rejjan terkejut, karena merasa ada yang memeluknya dari belakang. Tetapi, mengapa hanya kakinya saja yang merasakan pelukan itu? "Papwa, Zio kangen papwa, kenapwa papwa nda pulang kelumah, Zio seneng bwanget bwica keemu papwa di cini, Zio cayang papwa". Oceh seseorang yang memeluk Rejjan, yang tak lain adalah bocah umur 3 tahun yang menyangka bahwa Rejjan adalah papanya. Rejjan semakin terkejut setelah mendengar ocehan kecil dari bocah itu, apalagi bocah itu memanggilnya papa. "Ehh saya bukan papa kamu, kamu siapa? Kenapa bisa disini? Dimana orang tua kamu? Aduhh nanti di cariin lagi, kan repot". Ucap Rejjan dengan nada paniknya. Kemudian bocah itu malah cemberut dan mulai mengoceh lagi. "Papwa kwok gityu? Zio kan anak papwa, tadi Zio sama bundwa, tapi bundwanya nda tawu kemana" "Aduhh, nama bunda kamu siapa? Pake baju warna apa? Rumah kamu dimana?". Ucap Rejjan sambil celengak celinguk melihat sekitar, barang kali ada orang tuanya. ________________________________ Yap, Itulah anak yang harus di urus oleh Rejjan, kira-kira siapa ya orang tua si bocil? Apakah Rejjan akan sanggup mengurus bocil 3 tahun sambil kuliah? Akankah bocil itu akan bertemu kembali dengan orang tuanya? Atau malah di urus Rejjan sampai gede? Kita lihat saja nanti. Cover by pinterest Ini murni hasil karangan penulis yaa, kalo ada kesamaan mungkin cuman kebetulan aja. No plagiat ya!! Kalo suka? ya baca aja, kalo ga suka? Ya udah ga usah baca! 21 september 2022 - 28 Desember 2022 -StrwnggerJune aRurunie.rd.30

More details
WpActionLinkContent Guidelines