Huwaida

Huwaida

  • WpView
    Reads 30
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Mar 23, 2020
"HUWIDAAA...bangun jam berapa kamu masuk kuliah" Teriak mamanya sambil menepuk kaki anak bungsunya yang susah kalau d bangunin. "Apasihhhh mah, diem deh aku lagi di lamar nih sama babang tampan" sambil merentangkan tangannya dan memeluk mama tersayangnya. Bahkan gadis tersebut memonyongkan bibirnya dan akan mencium pipi mamanya. Seketika tangan mamanya mendorong mulut anaknya dan gadis itu bergelung lagi dengan selimut serta guling kesayangannya. "Astagfirullahaladzimm bener-bener ya anak ini susaah banget dibangunin" gerutu mamanya dalam hati. "Huwaida hayfa fauwniaaaa dalam hitungan tiga kamu ngga bangun mama siram kamu pake air"... " Satu.. dua.. tiggggg....gaaaa" tiba-tibq air itu membasahi wajah anaknya
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ILUSI dan MIMPI
  • A For Z : Young Married [SLOW UP, CUTI LAHIRAN DULU GAES]
  • I'm Hurt (Sehun - Jieun) (✔)
  • Judul standar - ^-^ "My Teddy Bear "
  • KALINDRA
  • Rejjan - ZIO's PAPA!
  • Hai, Jodoh!! (End)
  • ASA (Lengkap/TERBIT)
  • Let Me Love You Longer
  • GUNFA

"Za,kalau besar nanti kita pacaran yuk." Ucap Haidar kecil di umurnya yang masih 5 th. "Kata Mama kamu, pacaran itu gak boleh.Orang muslim gak boleh pacaran loh." Jawab Zahira dengan nada yang masih kekanak-kanakan. "Ya Sudah,ayo kita menikah saja." Ucap Haidar dengan ekspresi polosnya. "Kata Mama kamu juga, kita gak boleh menikah kalau belum punya kartu KTP." Zahira menjelaskan tidak kalah polosnya dengan Haidar. "KTP namanya Za, bukan kartu KTP." Haidar tertawa, membenarkan ucapan Zahira kecil. "Sama saja,pokoknya Mama kamu bilang begitu." Zahira menggelembungkan pipi chubby nya dan sesekali melirik Haidar yang masih bermain pasir di pantai bersamanya. "Kok kata Mamaku semua sih,Za.Sebenarnya yang anaknya itu Aku atau kamu sih!" Haidar sama kesalnya dengan Zahira. "Entah,kamu kan gak pernah dengerin kalau sedang dinasehati Mama kamu.Mungkin Mama kamu lebih suka Aku daripada kamu." Zahira menjawab asal menaikkan bahu sembari menertawakan Haidar. *** Bagaimana jika masalalu yang telah kau lupakan kembali lagi di kehidupanmu? Apakah kau akan kembali ke masalalumu atau menerima dia yang tidak kau cintai. Dan Bagaimana cara kau menyikapi masalalu yang menyakitimu dan membangun masa depan dengan seseorang pilihan orang tuamu(?)

More details
WpActionLinkContent Guidelines