Dear Al-Malik

Dear Al-Malik

  • WpView
    Reads 14
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Mar 24, 2020
Chapter 1 "gimana nduk? jadi kamu ambil Tah?" aku masih binggung diam mematung. Menunduk, menyembunyikan resah juga kegalauanku. Mata teduh yang tengah menatapku dalam membuatku sungkan untuk balik menatap dan menolak pintanya. Namun separuh lebih hatiku ingin menjawab tidak, keinginanku untuk tetap melanjutkan kuliah di universitas Alaska serta tetap tinggal di pesantren ini masih teramat besar. Hatiku sudah terlanjur tumbuh disini aku tak mungkin bisa untuk berada jauh dari apapun yang berhubungan dengan pesantren ini. "Nduk....??" "Ngapunten Abi" jawabku lirih. Beliau Abiku disini. Dipondok ini. Apa yang menjadi titah beliau, adalah apa yang menjadi perintah bagiku, sekalipun aku tak sejalan dengan beliau. "yawis,,, dipikir dulu. Satu Minggu lagi tak tagih jawabanmu ya" ujar beliau lembut. Aku mengangguk ta'dzim lalu segera menjauh dari ruang beliau disertai perasaan lega. Debar-debar yang sejak tadi menginvasi, hatiku mulai bisa stabil kuajak kompromi. aku langsung berlalu menuju aula gedung utama pondok. Duduk di samping tiang dan menatap Qur'an bersampul warna pink yang telah usang. Aku mengambilnya, membuka halaman yang telah kubatasi dengan pita hitam, lalu melanjutkan deresanku di surah Al Rohman. Ku genggam erat-erat Dan hatiku kembali bergetar. sudah sejauh ini akankah aku berhenti karena sebuah lamaran yang diberikan oleh Gus Wafa? Putra Abi dan Ummi? Ah! tentu saja tidak! Abi memberiku pilihan yang baik, tak mungkin juga beliau mengharap hafalanku akan berhenti ditengah jalan. Beliau menyayangiku, beliau sangat menyayangiku seperti halnya rasa sayang kepada semua putra-putrinya. Aku bisa merasakan hal itu. "Sagita..." Aku membuka mata mendapati Novi berjalan mendekati kearahku sambil tersenyum........ Terimakasih meluangkan kegabutan untuk bertamasya dicerita saya. Anggap saja ini rumah sendiri, oleh karena itu baca ini sesuka hati kamu.
All Rights Reserved
#155
jauh
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • TIAP-TIAP PUNYA MASING MASING
  • Beautiful Sunset
  • Hunaif Love Hanifa...???
  • Ku Pilih Jalur Langit
  • ATHARLA [REVISI]
  • MALAIKAT DAN LAUT BIRU
  • "PERJUANGAN CINTA BEDA AGAMA"
  • Lentera Abidah
  • CINTA SEJATI GUS ALIF DAN SIFA (otw terbit)

"Dia tidak mengingkari janji,hanya aku yang salah menempatkan hati,setelah ruangan itu terkunci dan aku memaksakan untuk membobolnya,yang pasti.hanya ada dua kemungkinan,rusak dan tidak bisa lagi di perbaiki atau kembali pulih tapi sudah tidak bisa dipakai kembali" __________________ Bagaimana kelanjutan cerita nya?apakah arini akan kembali lagi,atau dia akan selamanya pergi,baca selengkapnya.... semua kisahnya sudah aku tulis dengan rapih. -JUDUL CERITA:TIAP TIAP PUNYA MASING MASING. -NOMOR/INSTAGRAM:@abomokoagow12/0895806586983. -EMAIL:abomokoagow12@gmail.com -NAMA PENULIS:Abomokoagow. -KISAH:kisah ini di angkat dari kisah nyata,antara abo dan arini dengan beribu cerita mereka. Cerita ini diangkat dari kisah nyata,tentang sebuah rasa yang pernah tapi punah.antara aku dan bianglala.aku sayang ia tanpa tapi,sayang kisah itu tidak bertahan lama,tatkala ia pergi dan aku menunggu sedari sepi dan ia tak pernah kembali.terakhir barusan dengar kabar ia sudah di pinang,patah sudah haluan,ini sebuah pelajaran yang tak akan pernah saya lupakan,demikian tulisan ini saya sajikan untuk kalian. "terima kasih" teruntuk perih kecil yang manis,yang sering kali tak kuasa menahan tangis. "abo"

More details
WpActionLinkContent Guidelines