Cinta Seorang Tunawicara

Cinta Seorang Tunawicara

  • WpView
    Reads 189
  • WpVote
    Votes 41
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Sep 21, 2020
Apakah aku salah mendapat kasih sayang? Apakah aku layak mendapat cinta dari seseorang? Walaupun aku tidak bisa berbicara layaknya orang normal, aku selalu meminta kepada semesta agar aku bisa hidup bahagia layaknya orang lain, apakah sulit untuk mengabulkannya? - Mi Sun Valerian. Jika suka budayakan vote dan komen ya, biar lebih semangat lagi bikin ceritanya. Oke? WARNING! Cerita ini berdasarkan hasil pemikiran penulis, no plagiat(serius).
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • F E E L I N G ✔✔✔ [Lanjut; Feeling 2]
  • In Case
  • Ketaksaan Cinta ✔️
  • Apa Itu Cinta? (Completed)
  • Kakak Kelas [COMPLETED]
  • Jingga di Samudra [Completed]
  • RAIHAN
  • Veerlant (REVISI)
  • Pelangi [COMPLETED]
  • Rainangkasa #2 [END]

[ Noyaa Min ] Kemarin, kemarin, dan kemarin lagi, aku mencintai seseorang. Tetapi, hatiku salah memilih, dia memiliki pasangan yang mungkin tak dapat aku pisahkan, aku hanya akan menyakiti seseorang. Rasa ini terus aku pendam, tak akan pernah ada maksud untuk diungkapkan, rasanya salah sekali. Sungguh menyakitkan diam seperti ini, menyaksikan seseorang yang aku cintai bercanda gurau bersama dengan kekasihnya, temanku sendiri. Dia selalu menusuk hatiku dengan bunga setiap harinya, bukan soal cinta, tapi apa yang selalu ia katakan membuat aku jatuh cinta. Aku tak pantas bersamanya, apalagi memilikinya, pikiranku bilang pada hatiku 'bahwa dia terlalu sempurna' ini membuat aku berubah, sakit sekali. Sesekali aku menatapnya, gaya bicara yang selalu membuatku semangat, sempurna menurutku, ah-begitulah. Kembali, hatiku merasa bersalah saat aku melihat ia bersama kekasihnya yang datang tiba-tiba dan memeluknya dari belakang. Ah-aku selalu mengharapkan hal yang mustahil, semoga saja dia bisa menjadi milikku, tanpa aku harus menyakiti orang lain. Saat ini, aku masih saja menunggu, menunggu kapan ia bisa aku miliki, seutuhnya. _____________________✷______________________ [ Feeling ]

More details
WpActionLinkContent Guidelines