We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
BULLETPROOF

BULLETPROOF

  • WpView
    Reads 249
  • WpVote
    Votes 70
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, May 28, 2020
WpInfo
Fanfic
BTS
Jangan lupa follow yah... Tata tak punya apa-apa selain mimpi. Ketika membuka mata dan terjaga sepanjang malam untuk meraih mimpi yang tak berujung. Dengan berani berteriak memberi tanda pertarungan pertama dengan dunia. Tapi terlalu banyak rasa sakit dan terlalu banyak menangis pisau yang digenggamnya menjadi tumpul untuk mengiris semua remehan dari orang lain. Dengan harapan dan semangat Tata dapat berdiri tegak bahkan jika dia dihentikan Tata masih akan berjalan. Sebab, kadang mereka melihat terlalu jauh, berharap suatu hari nanti permintaan mereka akan terkabul Lalu bagaimana Tata mengatasi semua permasalahan ini?
All Rights Reserved
#863
inspirasi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Don't Talk About Money
  • T I M E
  • A Z H E V A N
  • Menyerah atau Bertahan?
  • F A K E ? [End]
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • Broken (PINDAH DI DREAME)
  •  ANATHA
  • Waktu?
  • Your Memories[End]✔

Pernah ga sih? Kalian sekelas sama anak beasiswa yang ganteng banget, pinter banget, tapi juga sombong banget. Padahal dia tuh miskin banget :( Bukannya Irin judging nih, tapi pernah sekali waktu dia sekelompok sama Tama dan maksa buat kerkel di rumahnya untuk tugas akhir mata kuliah Bahasa Indonesia, dan Irin baru tahu, ternyata di Jakarta masih ada ya rumah yang base nya dari kayu tanpa di semen. Letaknya dalam gang kumuh yang bau sampahnya kemana-mana. Tapi jujurly, kalian ga bakal lihat Tama seperti lingkungannya itu, walau dia juga ikut milah sampah yang bisa di daur ulang atau bisa dijual lagi sama bapaknya, semua hal ini yang mendukung Tama mendapat beasiswa untuk berkuliah di universitas terbaik, di tempat yang sama dengan Irin, lewat jalur surat keterangan tidak mampu. Tapi Irin sangat kagum sama Tama, bukan karena wajahnya aja yang tampan, walau hidup Tama terlihat jauh lebih susah dari Irin yang turun naik Jazz ke kampus, Tama ga pernah sekalipun terlihat mengeluh, ga kaya Irin yang perasaan hidupnya ngeluh mulu, malah pinter juga masih pinteran Tama, makanya Irin suka sama Tama, kalo kata Irin sih suka aja, ga yang gimana-gimana, tapi Irin tuh jadi suka ngintilin Tama, minta sekelompok sama Tama, minta diajarin Tama, mau makan bareng Tama atau bawain bahkan beliin Tama makanan, nawarin Tama balik bareng, mau main ke rumah Tama, sampai Tama tuh jengah, dan dari situ Irin menyimpulkan Tama sombong berikut berpemikiran sempit. "Kamu bisa ga? Ga usah dekat-dekat dengan saya? Saya ga butuh belas kasihan kamu, Irin. Jangan bawain saya makanan lagi, ga perlu tawarin saya pulang bareng kamu karena saya bisa sendiri. Jangan masuk ke dunia saya karena kamu tidak cocok. Kamu tidak perlu menempatkan diri sebagai saya karena kamu tidak tahu bagaimana kehidupan saya berjalan. Tapi di luar semua itu, saya bisa menjalankan hidup saya sendiri, tanpa bantuan kamu" Tapi, prinsip Irin tetap satu sejak awal. "Kamu lihat aja, kamu bakal balik dan ngemis cinta sama aku!"

More details
WpActionLinkContent Guidelines