Never click suspicious links
Reminder: Wattpad will never ask for passwords, payment information, or other sensitive account security details.
BULLETPROOF

BULLETPROOF

  • WpView
    Reads 249
  • WpVote
    Votes 70
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, May 28, 2020
Jangan lupa follow yah... Tata tak punya apa-apa selain mimpi. Ketika membuka mata dan terjaga sepanjang malam untuk meraih mimpi yang tak berujung. Dengan berani berteriak memberi tanda pertarungan pertama dengan dunia. Tapi terlalu banyak rasa sakit dan terlalu banyak menangis pisau yang digenggamnya menjadi tumpul untuk mengiris semua remehan dari orang lain. Dengan harapan dan semangat Tata dapat berdiri tegak bahkan jika dia dihentikan Tata masih akan berjalan. Sebab, kadang mereka melihat terlalu jauh, berharap suatu hari nanti permintaan mereka akan terkabul Lalu bagaimana Tata mengatasi semua permasalahan ini?
All Rights Reserved
#106
kasih
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • F A K E ? [End]
  • My Name is SYANARA (COMPLETED)
  • A Z H E V A N
  • Syafira || End
  • ALRIN
  • Broken (PINDAH DI DREAME)
  •  ANATHA
  • Your Memories[End]βœ”
  • ARGALAND
  • COMPLICATED

[Follow sebelum baca] "Kamu dimana?" Rheva menatap lurus ke depan tepat dimana sepasang remaja saling bermesraan. "Aku di rumah, sayang" jawab seseorang di sebrang sana yang tidak lain ialah Alvaro sambil mengelus puncak kepala seseorang yang bersandar di bahunya. Yang tidak lain, ialah Agatha. Rheva tersenyum kecut dan berusaha menahan air matanya. "Madep belakang coba" Alvaro menyernyit bingung namun tak urung mengikuti perkataan Rheva dari sambungan teleponnya. Alvaro memalingkan wajahnya dan menghadap ke belakang setelah menyuruh Agatha untuk duduk tegap kembali. Alvaro terpaku saat melihat Rheva berdiri tidak jauh di depannya. Memutuskan sambungan telepon sepihak, Rheva langsung bergegas pergi saat Alvaro masih mematung di tempat. Begitu pun juga dengan sosok perempuan yang tadi bersama dan bermesraan dengan Alvaro. Alvaro masih terpaku di tempatnya karena tidak menyangka akan bertemu dengan Rheva di sini. Ah, lebih tepatnya dia ketahuan berbohong karena lebih memilih berjalan dengan Agatha dan mengingkari janjinya dengan Rheva. Saat ia ingin menyusul Rheva, sebelah tangannya di tahan oleh Agatha yang diam-diam tersenyum senang dalam hati saat melihat kedua mata Rheva berkaca-kaca tadi. "Mau kemana?" "Aku harus nyusul Rheva, Tha. Aku nggak mau dia berpikir yang engga-engga" "Kamu mau nyusul dia, dan ninggalin aku sendiri di sini?" Alvaro mengacak rambutnya frustasi karena bingung ingin menyusul Rheva atau meninggalkan Agatha sendirian di sini. Yang penasaran, yuk langsung baca aja. Jangan lupa follow, vote, comment sama share ya! #rank 1 in Fakboi [30 - 09 - 2021] #rank 1 in Umum [23 -10 - 2021] #rank 1 in Umum [30 -10 - 2021] #rank 1 in Fakboi [08 -11 - 2021] #rank 1 in Umum [11 - 11 - 2021 - 30 - 11 - 2021] #rank 1 in School [08 -12 - 2021] #rank 1 in Sahabat [18 - 12 - 2021] #rank 1 in Fakboy [12 - 01 - 2022] #rank 1 in Nangis [01 - 02 - 2022] #rank 2 in Friendship [12 - 03 - 2022] #rank 1 in Friendship [13 - 03 - 2022]

More details
WpActionLinkContent Guidelines