Allea's Direction

Allea's Direction

  • WpView
    Reads 30
  • WpVote
    Votes 20
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jan 19, 2021
Allea dengan tergesa gesa keluar dari gerbang sekolahnya. Nafasnya memburu ketika sampai di depan jalan , ia memutuskan untuk pulang sendiri hari ini tanpa menunggu Mega sahabatnya itu. Jarak dari rumah Allea ke sekolah cukup jauh sehingga ia memutuskan untuk berjalan kaki memang itu yang di lakukannya berjalan kaki saat pulang sekolah. Ketika hendak menyebrang Allea motor sport sudah berada di depannya dan.. BRAKK### Allea membuka matanya perlahan dan mendapati dirinya berada di sebuah ranjang rumah sakit. Kepalanya terasa berat ia meraba kepalanya dan terdapat ferban di lingkaran kepalanya. Badanya sedikit nyeri. perlahan Allea sadar bahwa dirinya berada di rumah sakit. Ia tidak tahu siapa yang membawanya ke rumah sakit. Allea berusaha untuk mengingat kejadian saat ia pulang sekolah waktu ia ditabrak. Beberapa saat seorang suster masuk untuk memeriksa keadaan Allea. "Sus siapa yang bawa saya kesini?" tanya Allea kepada suster itu. Suster tersenyum ke arah Allea dan mengatakan" saya tidak tahu mba soalnya tadi ada yang bilang bahwa jangan memberitahukan siapa yang menolong mba." Kata suster itu. Allea terdiam ia bingung dengan jawaban suster itu terhadapnya."terus sejak kapan saya di rumah sakit sus" tanya Allea lagi Allea di rawat. Allea bingung degan perkataan suster tadi. Ia tidak tahu siapa yang menolongnya jika saja ia tahu ia akan sangat berterimakasih kepada orang yang menolongnnya.Allea bingung dengan sosok yang membuatnya penasaran.
All Rights Reserved
#16
joelpimentel
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • MEMELUK LUKA [END]
  • Forever Alone (Sudah Terbit)
  • Albel
  • Menunggu Senja Kembali
  • Jaki Chen ft TNF
  • Melody Arthadiesa
  • ALDIR (SEGERA TERBIT)

Menjadi anak terakhir sekaligus satu-satunya perempuan dalam keluarga memang tidak mudah bagi Alea. Sejak kecil, ia tumbuh dengan beban yang diam-diam menghantuinya-beban harapan besar yang diletakkan di pundaknya oleh orang tua dan kakaknya. Mereka melihatnya sebagai harapan terakhir keluarga, seseorang yang harus bisa melampaui pencapaian ayah, bunda, dan abangnya. Ekspektasi itu begitu tinggi hingga terkadang membuat Alea merasa sesak. Setiap langkah yang ia ambil seolah diawasi, setiap keputusan yang ia buat harus dipertimbangkan dengan matang agar tidak mengecewakan mereka. Ia harus menjadi lebih baik, lebih sukses, lebih segalanya. Namun, di balik semua itu, ada ketakutan yang terus menghantuinya yaitu kegagalan, takut mengecewakan, takut tidak menjadi seperti yang mereka harapkan. Terlalu sering ia memilih diam daripada mengungkapkan perasaannya. Luka-luka yang ia terima tidak selalu tampak di permukaan, tetapi mengendap jauh di dalam hati. Ia belajar untuk menyembunyikan lelahnya, menyimpan resahnya sendiri, dan terus berusaha sekuat mungkin untuk menjadi versi terbaik yang diinginkan keluarganya. #1 Melawanrestu #1 Anakterakhir #2 Bedakeyakinan #2 Alea #2 Pendidikan

More details
WpActionLinkContent Guidelines