Story cover for SAMUDRAKU by putrikr27
SAMUDRAKU
  • WpView
    Reads 17
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
  • WpView
    Reads 17
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
Ongoing, First published Mar 24, 2020
Bagaimana cara hati menemukan tambatannya jika kau saja menutup rapat rapat hingga tak ada celah untuk ku masuk?

Terkadang tersusuk duri itu perlu agar kau tau betapa penting nya berhati hati guna menghindari mawar berduri yang sewaktu waktu dapat melukai diri mu atau bahkan hatimu

Setiap orang tentu mengalami fase terpuruk bukan?lantas mengapa orang lain bisa bangkit sedangkan kau enggan pergi dari keterpurukan itu??

Entah mengapa di saat diam seperti ini pun rasanya sesak itu masih sering menghinggap,ntah lah sudah cukup rasanya rasa sakit itu mengubah warna hidup seorang pria yang bernama Samudra Alvano Alexander.

Berdiam diri di balkon kamarnya sembari menatap lurus jalanan yang kini di padati pengendara yang berlalu lalang di sore hari,merupakan aktivitas yang rutin di lakukan Samudra, entah la apa pun alasanya hanya dia yang tau.

Satu yang selama ini ia harapkan,Keluar dari rasa sakit ini.
Ia berharap besok atau lusa rasa sakit ini menguap begitu saja,entah oleh siapa??dan karena siapa??
All Rights Reserved
Sign up to add SAMUDRAKU to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
RUMAH tanpa pintu  by diandlyne
36 parts Ongoing
rumah itu punya dinding. punya atap. punya meja makan dan tempat tidur. tapi tidak punya tempat untuk elira merasa aman. di sana, elira tumbuh seperti bayangan. ada, tapi tak pernah dianggap. dilahirkan bukan karena diharapkan, tapi karena tak sengaja. sejak kecil, elira sudah belajar caranya diam. belajar caranya menyembunyikan luka di balik senyum, dan menyembunyikan jeritannya dalam baris-baris puisi di buku matematikanya. ia bukan anak yang cerewet, bukan juga yang mudah dicintai. tapi bukan berarti ia tidak ingin dipeluk. di sekolah, elira hanya ingin melewati hari. tapi semuanya berubah saat seorang guru baru memperhatikannya lebih dari sekadar nilai. untuk pertama kalinya, elira merasa dilihat. tapi... hidup tidak semudah itu. di saat ia mulai berharap, kenyataan kembali menampar lebih keras. masalah di rumah makin dalam, luka makin dalam, dan batas kesabaran pun makin tipis. ketika elira memutuskan diam-diam untuk pergi... barulah semua mata terbuka. tapi seperti luka yang tak segera diobati-penyesalan pun datang terlambat. ini bukan hanya kisah tentang kehilangan. tapi juga tentang suara-suara yang sering kita abaikan. tentang seseorang yang hanya ingin didengarkan... sebelum akhirnya benar-benar hilang. untuk kamu yang pernah merasa sendirian di tengah keramaian-ini kisahmu. dan jika kamu mengenal seseorang yang sering bilang "ga apa-apa", peluk mereka lebih lama. dengarkan lebih dalam. karena bisa jadi, itu adalah tangisan yang paling sunyi. 😞👍🏻 ---
You may also like
Slide 1 of 10
RUMAH tanpa pintu  cover
Paradise cover
SAMUDRA BERCERITA || END cover
RAPUH! cover
ANGKASA cover
TRAUMA ; Kembali Terulang cover
Secarik kertas usang cover
Fixing the Broken ✓ cover
Pelangi [COMPLETED] cover
Rainbow cover

RUMAH tanpa pintu

36 parts Ongoing

rumah itu punya dinding. punya atap. punya meja makan dan tempat tidur. tapi tidak punya tempat untuk elira merasa aman. di sana, elira tumbuh seperti bayangan. ada, tapi tak pernah dianggap. dilahirkan bukan karena diharapkan, tapi karena tak sengaja. sejak kecil, elira sudah belajar caranya diam. belajar caranya menyembunyikan luka di balik senyum, dan menyembunyikan jeritannya dalam baris-baris puisi di buku matematikanya. ia bukan anak yang cerewet, bukan juga yang mudah dicintai. tapi bukan berarti ia tidak ingin dipeluk. di sekolah, elira hanya ingin melewati hari. tapi semuanya berubah saat seorang guru baru memperhatikannya lebih dari sekadar nilai. untuk pertama kalinya, elira merasa dilihat. tapi... hidup tidak semudah itu. di saat ia mulai berharap, kenyataan kembali menampar lebih keras. masalah di rumah makin dalam, luka makin dalam, dan batas kesabaran pun makin tipis. ketika elira memutuskan diam-diam untuk pergi... barulah semua mata terbuka. tapi seperti luka yang tak segera diobati-penyesalan pun datang terlambat. ini bukan hanya kisah tentang kehilangan. tapi juga tentang suara-suara yang sering kita abaikan. tentang seseorang yang hanya ingin didengarkan... sebelum akhirnya benar-benar hilang. untuk kamu yang pernah merasa sendirian di tengah keramaian-ini kisahmu. dan jika kamu mengenal seseorang yang sering bilang "ga apa-apa", peluk mereka lebih lama. dengarkan lebih dalam. karena bisa jadi, itu adalah tangisan yang paling sunyi. 😞👍🏻 ---