Agenda Ganda

Agenda Ganda

  • WpView
    LECTURAS 0
  • WpVote
    Votos 0
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadConcluida mar, mar 24, 2020
"Kalau kamu kalah, kamu harus setuju untuk menjadi istriku." Gandari Arunika, mahasiswa baru jurusan Ilmu Keperawatan di Universitar Pionir Nusantara ini memiliki agenda wajib yang harus dia selesaikan di masa kuliah, termasuk menang atas taruhannya dengan sang tunangan, Lukman Arifin. Errr, jika dia ingat tentang Ipin, Ganda hanya bisa mengerang kesal. Karena keberadaan Ipin yang selalu ada di sampingnya bagai noda membandel, Ganda harus mengalami kemalangan sejak berusia ... sejak lamaran sialan itu lebih tepatnya. Bukan lamaran yang dilakukan oleh orang dewasa yang ingin melanjutkan hubungan ke jenjang pernikahan, tapi lamaran yang dilakukan oleh anak berusia sepuluh tahun. Gilanya lagi, Ipin membawa serta kedua orang tuanya. Sialan! Orang tua mana yang mau-maunya menuruti permintaan bocah sepuluh tahun?!
Todos los derechos reservados
#144
ganda
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Maura √ (Tamat - Karyakarsa)
  • Hello Belinda
  • Dari ACC Skripsi, ke ACC KUA: Sebuah Perjalanan Paling Tidak Terduga
  • Nikah Dengan Duda? SIAPA TAKUT! (END)
  • Massuro
  • PELAJARAN NADA CINTA {Geng Rempong : 14}
  • Safa
  • Koneksi Dekat : Cinta yang Tak Terduga
  • Maybe Tomorrow : Penyesalan (On Going)

Maura membutuhkan uang untuk menyelesaikan kuliahnya, dimana di dalam benaknya hanya ada satu nama yang bisa membantu. Ya, Andi Pramudia, dosen sekaligus dosen pembimbingnya, pria yang masih lajang di usia yang cukup matang. "Bapak mau gak sama saya?" Andi menatap ke arah mahasiswanya yang duduk berhadapan dengannya. "Maksud kamu?" "Saya mau bapak bantu saya untuk menyelesaikan kuliah ini, dan sebagai gantinya saya siap menjadi pasangan Bapak." "Eh... Saya masih virgin Pak. Jadi Bapak tidak akan dapat bekas." Lanjutnya dengan wajah yang bersemu. "Berapa uang yang kamu butuhkan?" Maura terdiam sejenak sebelum menghitung biaya yang akan ia butuhkan sampai mencari kerja. "Kurang lebih seratus juta Pak." "Oke." Andi Pramudia langsung mengambil ponselnya dan membukanya mobile banking dimana sekian detik uang itu berpindah ke rekening Maura. "Eh Bapak langsung transfer? Aduh Pak." Bunyi notifikasi masuk membuat Maura terkejut, "Bapak serius ini?" Bukan wajah lega yang dipadatkan oleh Maura tapi ketakutan. "Jadi kamu harus siap menjadi pasangan saya, dan lagi lusa saya akan ajak kamu nikah." Ucapan yang membuat Maura terdiam membatu, membayangkan menjadi istri seorang Andi Pramudia. Ya Tuhan apakah ini akan membawanya ke lembar kehidupan yang baru dan bahagia atau sebaliknya? Tbc

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido