The Deepest Pain

The Deepest Pain

  • WpView
    Reads 3,818
  • WpVote
    Votes 456
  • WpPart
    Parts 41
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Sep 24, 2020
"Rasa sakit yang paling dalam tidak dapat dilihat oleh mata,kesedihan yang paling dalam tidak dapat terungkap oleh kata-kata" Rhaela Quinza Ravista, gadis manis dan cantik yang lahir dari keluarga terhormat. Namun siapa sangka jika gadis berusia 17 tahun ini pernah mencicipi narkoba jenis Benzodiazepin. Faktor pendorong tentu ada. Katakan ia gila, tapi memang itulah yang terjadi. Tapi tenang saja, semua itu hanyalah tinggal kenangan. Hidupnya kini 180 derajat lebih baik. Quinza punya pacar, namanya Gentadavian Aksara, panggil saja Avi. Ia adalah tipikal sosok lelaki setia yang pernah Quinza temui. Avi adalah orang yang menginginkan ia untuk terus hidup. Ia selalu menunggu Quinza keluar dari masa rehabilitasinya. Sumpah demi apapun, Avi adalah lelaki populer yang mau mengharapkan kehadirannya di dunia ini, dan Quinza patut bersyukur. Awalnya semua baik-baik saja. Hingga sosok perempuan yang pernah menyelamatkan nyawa Avi kembali. Perempuan itu, perempuan yang sangat Quinza benci untuk saat ini dan seterusnya. Intip yuk ceritanya👉
All Rights Reserved
#120
kesetiaan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • INI CINTA BUKAN BENCI
  • RAVA : Rafael - Vanya ( THE END )
  • You Are My Destiny
  • DRABIA [END]
  • 3 Dimensi
  • Alviandra ; He's My Boyfriend
  • DAVARA
  • SARLA [END]
  • Lelah Dilatih Rasa [END]

"Seharusnya ini cinta bukan benci tapi kamu sendiri yang membuat cinta ini menjadi benci, Masa masa itu masih tajam di ingatanku kak, disaat kita saling sembunyi dalam ego kita masing - masing. Aku tahu kamu masih mencintaiku, tapi kamu tidak bisa jujur dengan hati kamu sendiri... Entah apa yang kamu pikirkan, aku nggak perduli. Sekarang semua telah berubah. Aku hanya mengenalmu dengan sikap dan tatap saja. Tak pernahkah terlintas di pikiranmu tentang aku? Sejujurnya aku rindu, tapi untuk apa. Kamu takan mengerti. Aku harap dapat pergi dari keadaan ini. Ya, mungkin tak sanggup karna satu kesalahanku, mencintaimu terlalu besar..." Ujar Aira kepada pria yang ada dihadapannya itu. Rafy hanya terdiam seribu bahasa, semua perkataan Aira membuatnya berpikir. "Sekarang, lebih baik kamu pergi. Aku udah nggak perduli. Kamu ingin tahu kan isi hatiku? Itu isi hatiku" Aira pergi berlari menjauh dari Rafy. **** *Guys.. Jangan lupa dibaca ya ceritaku, maaf kalau masih ada salah salah kata. Maklum, masih baru* 😊😊

More details
WpActionLinkContent Guidelines