DIARY KU

DIARY KU

  • WpView
    Reads 37
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Mar 24, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
"Umurku waktu itu berusia 15 tahun,dan aku sudah merasakan cinta.Banyak orang bilang,cinta pada pandangan pertama itu tidak ada.Tapi untukku.Aku mencintaimu dari lubuk hatiku. Senyum cerahmu menerangi hidupku bersemangat untuk memulai hari-hariku,Hai Zico,lihatlah Aku !Umurku sudah 16 tahun sekarang.Aku bukan anak kecil lagi.Aku sudah menjadi wanita matang. Lihatlah aku,Bukankan aku sudah cantik?! Buka pintu hatimu untukku ! Haruskah aku mendobraknya untuk membuatmu menerimaku??" (Rininuraeni 16 thn) "Aku tidak bisa melupakannya.5 tahun aku mengejarnya,namun tidak mendapat balasan apa-apa,penantianku sia-sia.. (Sutanzico 19 thn ).
All Rights Reserved
#134
timnas
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cinta dan Takdir Rania [End]
  • SELAMA ITU KAH, APAKAH  KAU AKAN KEMBALI?
  • BUKAN BEGINI (Tamat)
  • SUGAR SUGAR LOVE (TAMAT)
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • Zico Is My Life[Completed]
  • Dialah Duniaku 2 (Catherine Loves Story)
  • I Want Your Lips
  • SOCCER (Selesai)
  • GENRENYA SALAH! (Tamat)

❝Keputusan berat yang harus aku ambil, demi menjagaku juga menjagamu adalah menjauhimu. Bukan karena benci, tapi karena aku mencintaimu. Semata agar kau dan aku tidak terjerumus dalam syahwat yang hina.❞ Begitulah kutipan tulisan yang aku tulis dan kutujukan untuk seseorang, cinta pertamaku. Assalamu'alaikum ... aku Rania Andinadya. Jika kamu bertanya kisah ini mengisahkan tentang apa ... ini tentang perjalananku dalam menemukan hingga harus belajar mengikhlaskan cinta pertamaku. Aku, begitu mencintai dia. Namun anehnya, aku sama sekali tidak pernah berani mengungkapkan perasaanku padanya. Sampai suatu masa, ketika cintaku mulai terbalaskan, hidayah-Nya perlahan-lahan mengetuk pintu hatiku. Aku pun menyadari, aku dan dia tidak seharusnya sering berinteraksi, demi menghindari syahwat yang hina. Meski telah berhijrah, cintaku kepadanya masih sama. Dalam diam, aku tetap mencintai dan mendo'akan kebaikan untuknya. Tapi, siapa sangka takdir malah berkata lain. Setelah menjauhinya sebab cinta, ia telah menemukan pujaan hatinya. Lantas aku berusaha mengikhlaskan, meskipun ikhlas adalah suatu hal yang teramat pelik. Dan satu pertanyaan terus mengusik pikiranku ... mampukah aku mengikhlaskannya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines