Bumiku...

Bumiku...

  • WpView
    Reads 9
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Mar 24, 2020
Lambat laun kau semakin tua karena tingkah ulah kami para manusia. kami adalah orang orang yang selalu menggoreskan luka dan selalu meninggalkan duka. Tak perduli apa, mengapa dan bagaimana kami terus saja menggoreskan luka tanpa tau cerita dan deritanya. Alam kian gersang dan sengsara, virus virus berdatangan dan merajalela. entah apa yang harus kita lakukan untuk bumi kita tercinta. semua orang pun hanya berdiam diri, sepi sendiri dan tak tahu harus kemana. Kini kita semakin jauh. Alam semakin jenuh. Kita tak sanggup lagi berteduh. Seakan bumi diam dan membisu. Hati ini bingung. Raga ini linglung. Corona datang berkunjung. membuat seluruh bumi gaduh, Membuat masyarakat saling tuduh. Sanggupkah kita saling merengkuh. Untuk selalu menguatkan, Agar tak ada yang terabaikan. Mari kita bersama melindungi kita. Bukan hanya saya atau anda. kita bertindak untuk semua. Dan semoga semesta mendengar dan mengaminkan nya. #Yogifradinata
All Rights Reserved
#52
viruscorona
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kenapa Harus Aku?! || Kim Sunoo [END]✓
  • Covid-19 [LevYaku] [Finnish]
  • Rentang Waktu
  • BIOPOCALYPSE : Extinction
  • OutbreaK (Wattys Winner 2018)
  • BAM || Betapa Aku Mencintaimu (End)
  • Love made us one;  EXO FAMILY
  • Biopocalypse
  • Foreign Virus (LENGKAP)
  • Estar en Flor

[Proses Revisi] Ntah apa yang menurut semesta ini lebih menyakitkan dibandingkan orang tua yang berkeji hati pada sang buah hati. Segala sarwa kehidupan menjadi saksi kepahitan. Ntah sejuta nestapa lara yang terpendam, terkubur jauh lebih dalam, terbendung nyata dalam atma yang telah layu. Menyisakan duka yang terlampau sendu. Aku terlalu rapuh, untuk segala hal yang telah lalu. Ntahlah agaknya, aku terlalu sungguh, menginginkan kasihmu yang tak lagi utuh. Aku adalah aksara yang tak bermakna, sedangkan engkau fatamorgana yang kupaksa jadi nyata. Segala hal tentang keabadian fana adanya. Ini bukanlah perihal asmaraloka, ini perihal sebuah jiwa yang tak lagi utuh, yang selalu jatuh, yang terlihat tangguh namun sangatlah rapuh. Sebuah jiwa yang kehadirannya tak pernah lagi tersentuh oleh tangan-tangan halus, yang dirindukan dari seorang ayah. "Ayah tak mencintaiku..tapi aku mencintainya. Sampai kapanpun akan terus mencintainya." "Tuhan mengapa hidup di dunia begitu melelahkan?" "Sunoo lelah, bolehkah Sunoo menyerah?" "Mengapa dunia begitu kejam padaku?" "Tuhan, aku lelah terus berpura-pura bahagia" "Aku sudah terbiasa kehilangan.. tetapi mengapa rasa sakit selalu datang saat aku kembali merasakan kehilangan?" "KENAPA HARUS AKU YANG MERASAKAN INI SEMUA?!" (Baru revisi bagian awal. Sisanya belum. Kalo ada kekurangan mohon maaf, bagian awal mungkin kurang seru, tapi coba baca sampe akhir, dijamin seru! Kalau kata orang sih gitu... Hehehehehe) Cover by : ZaAera20 Multi language Ada bahasa kasar sedikit Narasi : baku Dialog : non baku Mengandung kekerasan⚠️ Terdapat unsur bullying ⚠️ Start : 23 Februari 2021 End : 28 Agustus 2021 Cerita ini murni ide author, jika menemukan kesamaan cerita, itu hanya sebuah kebetulan Dilarang keras mengcopy cerita Zera!⚠️ Cerita Zera diperuntukkan untuk di baca.. bukan di copy atau di plagiat

More details
WpActionLinkContent Guidelines