Hujan dan Rindu

Hujan dan Rindu

  • WpView
    Membaca 32
  • WpVote
    Vote 1
  • WpPart
    Bab 2
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Jum, Feb 18, 2022
WpInfo
Fiksi
Tema Sosial
(sediakan tisu sebelum membacanya, karena cerita ini mengandung bawang) Kala hujan membasahi bumi, rindu pun ikut menyapa. Ku selipkan tubuhku di sela-sela hujan, ku sembunyikan air mata di balik hujan. Kehilangan dua malaikat penjaga ku, bukan berarti aku terlantar. Karena aku percaya Allah selalu bersama ku. Dimana mereka sekarang hanya Allah yang maha tahu. Bagaimana kesedihan ku sekarang, cukup menjadi rahasia ku dan Allah. Ingat!! Tidak ada hujan yang tidak reda Tidak ada kesedihan yang berlarut, semuanya soal waktu. Tunggu saja kapan giliran kamu untuk berbahagia.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#79
menyendiri
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Pelangi untuk Hujan(on going)
  • SELENOPHILE
  • KERLIP BINTANG CINTA
  • Khayalku
  • Come Back
  • Cinta Tanpa Raga
  • Imamku Badboy (SUDAH TERBIT) ✔
  • Langkah (By Auzizahirah)

"Peluk gue Hujan!" "Jangan mati sekarang BODOH!" "Bunuh gue Bumi biar bisa bareng terus!" "Bunda,Bunda.Gelap.Karena warna Awan hilang!" "Cepat berdamai Hujannya Pelangi,biar Hujan lebih bahagia kedepannya" Lo berubah Pel"Itu suara Bulan,dia mengatakan itu dengan isakan karena tidak ada sahutan apapun dari pelangi membuat Bulan semakin terisak.Untung sesuana cafe siang ini tidak terlalu rame itu memudahkan mereka untuk saling bicara tanpa memikirkan pendapat orang lain."Lo ga seperti Pelangi yang gue kenal,lo beda dan lo bukan Pelangi sahabat gue."Untuk satu kalimat dari Bulan membuat Pelangi tersenyum,dia menatap Bintang sebentar dan mengalihkan padanganya kepada Bulan."Bukan gue yang ga lo kenal,tapi lo memang ga kenal gue dari awal"satu tarikan nafas dan kekehan membuat Bulan menatap Pelangi, sedangkan Pelangi yang ditatap hanya diam dengan muka datar."Maaf, maaf,maafin gue,gue tau gue salah tapi tolong jangan hukum gue seperti ini."Bulan makin terisak,air matanya sama sekali tidak membuat pelangi kasian,tapi entahla mungkin hanya Pelangi yang tau apa yang dia rasakan saat ini.Bintang sendiripun merasa sangat bersalah atas semua ini,dia juga mengambil peran penting dalam semua hal perubahan yang terjadi pada pelangi."Makasih,gue pergi.Jangan cari gue lagi,karena Pelangi yang kalian kenal sudah mati."

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan