8 bab Bersambung "Hati-hati, permen kapas ini mengandung kenangan. Jangan dimakan kalau kamu nggak siap jatuh cinta."
Bagi Keinarra, Elio hanyalah penjual permen kapas tengil di ujung jalan, yang hobi memanggil nya "ikan buntal". Namun bagi Elio, Keinarra adalah seluruh alasan kenapa ia berdiri disana setiap jam lima sore.
Ada rahasia yang tersimpan rapat. Rahasia yang Elio jaga sendirian selama belasan tahun. Tentang sebuah 'awan manis' di masa lalu yang menyatukan takdir mereka kembali di kota Malang yang dingin.
Saat rasa mulai tumbuh di antara jejak bulan sabit dan aroma bakso pedas, mampukah Keinarra mengingat siapa sosok Elio sebenarnya? atau rahasia itu akan tetap menguap seperti gula yang dipanaskan?.