Harapan sebuah matahari

Harapan sebuah matahari

  • WpView
    Reads 609
  • WpVote
    Votes 81
  • WpPart
    Parts 17
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, May 5, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Nilam berjalan menghampiri ayahnya yang sedang duduk terdiam di sofa ruang tamu. Ia kuatkan tekadnya untuk memberikan sebuah amplop yang akan membuat ayahnya marah besar kepadanya. Ia pun berjalan dengan perlahan menghampiri ayahnya. Perasaan gugup lebih tepatnya perasaan yang bercampur aduk. Entahlah apa ia sanggup memberikannya? Bagaimana jika ia marah besar kepadanya? Dan apakah ia sanggup mendengar perkataan amarahnya?. Ia pun mengurungkan niatnya, akan ia berikan ketika waktunya sudah tepat. ^Jangan lupa mampir ke ceritaku^ ^Jangan lupa vote komen dan follow akun ku^ ^Update sesuai mood^
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Mengambil Peran Viola Si Antagonis! (SUDAH TERBIT)
  • The Secret [COMPLETED]
  • Dia SAFARA (END)
  • SUARA BIA (TAMAT)
  • Choose Lover  Or Friendship
  • Kaca yang retak
  • Transmigrasi Amora L²
  • ABHIPRAYA: Not Me, But It's Me (Sudah Terbit)
  • NAURA CUMA FIGURAN! [ END ]

Semua chapter masih lengkap! Banyak hal di dunia ini yang tidak dapat di cerna oleh akal, namun semua itu harus diterima sebagai bagian dari takdir. Waktu membawa rasa penyesalan yang tidak menemukan ujungnya, hingga Tuhan mendatangkan kesempatan kedua, memaksa untuk menebus dosa yang pernah tercipta oleh rasa dendam dan kobaran kebencian. Seakan dunia tidak ingin berpihak, kesempatan kedua pun tidak cukup untuk mengubah takdir menjadi lebih baik, seperti halnya hukum karma yang sudah melekat dan tak akan bisa terlepaskan. Bagaimana pun mereka berusaha semua akan kembali pada takdir-Nya. 🍂🍂 "Gue punya rekomendasi buku yang bagus." Aurora menatap buku yang di sodorkan padanya, "Transmigrasi?." Temannya mengangguk, "Buku kaya gini lagi hits di kalangan remaja Ra." Aurora menggeser kasar buku itu, "Ogah gue mah, lagian gue nggak percaya sama yang begituan." "Ye ngalamin sendiri baru tau rasa lo!." #2 fiksiremaja - 28/09/2026

More details
WpActionLinkContent Guidelines