Penantian Panjang Caya

Penantian Panjang Caya

  • WpView
    Reads 16
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Mar 24, 2020
Amira Burairah Caya Itulah nama lengkapku. "Amira" berasal dari bahasa arab yang memiliki arti Putri Bangsawan. "Burairah" berasal dari bahasa arab pula yang memiliki arti Berbuat Baik. Sedangkan "Caya" berasal dari bahasa bali yang memiliki arti Cahaya. Jadi jika disatukan arti namaku adalah putri bangsawan yang harus berbuat baik serta bercahaya akhlaknya. Itulah doa untukku dari kedua orang tuaku. Dalam kehidupanku aku punya banyak mimpi. Bagiku mimpi itu bukan sembarang mimpi. Tapi mimpi itu sangat berarti. Aku hanya berharap, semoga mimpiku itu akan terwujud dengan disertai campur tangan Tuhan yang senantiasa memberkahiku. Aamiin.... Apakah Caya dapat mewujudkan mimpinya? Lalu apa saja mimpinya sampai dia ingin sekali mewujudkannya? Bagaimana Caya dapat menggapai mimpi tersebut? Jawabnnya ada didalam cerita ini. Selamat membaca untuk Sahabat online Caya :)
All Rights Reserved
#66
penantian
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dia, Pangeran (Revisi)
  • Cahaya Terang (END)
  • SIRAT DUA SURGA
  • AKADIBA • Rasa dan kita (END)
  • SEPUCUK SURAT CINTA
  • Dia dan Doa
  • Karena Allah [END]
  • Langit Senja di Kota Nabi
  • CINTA DALAM DOA2 [TERBIT]
  • ABOUT LIFE

Joya Sheeva Atmaja, perempuan dengan sebutan "Peri Kecil" bagi Ayah kandungnya, kini mengalami banyak kepahitan dalam hidup. Kedua manik matanya telah dirampas untuk mempertontonkan adegan-adegan pilu yang menyengsarakan hidup ibunya. Kehidupan yang diagung-agungkan akan berjalan penuh kebahagian, ternyata menjadi jurang yang membawa segenap nestapa. Derai air mata telah jatuh bertubi-tubi seiring proses bertumbuhnya. Sayangnya, kesedihan itu tak cukup sampai di situ. Ia juga harus kehilangan cintanya. Cinta yang ia anggap sebagai kepercayaan terakhirnya. Kini, tak adalah yang tersisa atas nama cinta. Hidup terus berjalan, manusia-manusia baru bermunculan. Kini, ke manakah langkah kaki dan hati nurani itu memilih? Mungkinkah, masa-masa trauma itu akan kembali menjadi rentetan panjang tak berujung, ataukah berhenti menuju lorong penuh kebahagiaan? "Enggak ada kesedihan yang abadi, Jo. Karena kebahagiaan akan selalu punya ruang untuk hadir. Kita hanya perlu berdamai, berteman dengan bagian dari diri kita yang lainnya," ucap seseorang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines