Juliet In The City

Juliet In The City

  • WpView
    Lecturas 148
  • WpVote
    Votos 42
  • WpPart
    Partes 7
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación dom, may 3, 2020
WpInfo
Ficción
Misterio
Suara teriakan para pemukim yang mengejarku semakin jelas terdengar. Ku langkahkan kakiku ke depan. Mengandalkan keseimbangan dan langkah panjang kakiku yang tak begitu panjang. Ih apa sih. Ku percepat langkahku dengan hati-hati. Jalan ini sangat licin. Beberapa kali aku terpeleset dan beberapa kali pula aku hampir jatuh ke jurang. Suara para pemukim itu mulai tak terdengar. Pasti mereka kesulitan untuk berjalan di jalanan ini. "Ehhpph.. mmpph.. jangammph aku bukan penyusppphh.. arrrrgghmmmpph" Aku disekap dan ditarik ke dalam tanah berongga besar seperti gua. Mulutku dibekap dengan tangan besarnya. Tenaga kudanya membawaku yang berontak ke balik batu besar yang ada di dalam gua ini. "Dasar bodoh", suara berat miliknya terdengar mengaTAIku.
Todos los derechos reservados
#462
dirga
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Lain Dunia (Tamat)
  • I'M NOT PCHYOPAT [Revisi]
  • My Duchess / End
  • PERCAYA? [END]
  • The Essence Of The World : Thunderstorm (Book 1)
  • TUBUH GADIS NERD [END]
  • The Multiple Personality
  • VALERIE : NOT AYUNA [ rombak Ulang ]
  • Tolong, Aku Masih di Sini
  • Nona Gandari (Terbit)

Membuka mata perlahan. Potongan-potongan ingatan bagai berkumpul melengkapi puzzle mengerikan tentang peristiwa kecelakaan yang kami alami tadi malam. Mobil menghantam pembatas jalan dan sepertinya terperosok ke semacam jurang hingga terhenti karena menabrak pohon besar di hadapanku saat ini. Tunggu... Ke mana semua orang? Kenapa hanya aku yang masih di dalam mobil? Berjalan mengikuti insting. Bukannya keluar hutan, aku sepertinya malah masuk makin dalam ke hutan. Langkahku terhenti kala netraku terpaku pada pemandangan di depanku. Mengerjabkan mata berkali-kali, benar... ini benar dan bukan halusinasi sepertinya. TAPI BAGAIMANA MUNGKIN ADA ISTANA DALAM HUTAN??? Muncul pula seorang pria berambut putih mengenakan pakaian tradisional khas Sunda. Bukan kakek-kakek karena dia masih muda. Masalahnya, orang ini punya warna mata yang tidak biasa. Iris matanya berwarna hitam dan ukurannya lebih kecil dari ukuran iris manusia normal, sedangkan dasar matanya yang berwarna hijau kebiruan. "Si-siapa kau?" Pemuda aneh yang sayangnya tampan itu malah menyeringai memandangku lalu bertanya, "Kenapa suaramu bergetar?" Bergerak mundur perlahan "Kau ini apa?" "Hahaha..." tawanya membahana. "APA? bukan SIAPA? Hahaha..." Aku waspada sekaligus takut. Demi Tuhan, aku yakin bahwa dia... DIA BUKAN MANUSIA!!! ---------------------------------------------------------- PERINGATAN : JANGAN MEMPERCAYAI SEMUA YANG ANDA BACA!!! Sebagian besar hanya fiktif belaka. Jika ada kesamaan nama, tempat, tokoh ataupun kisah segalanya murni hanya kebetulan semata dan tidak ada unsur kesengajaan apalagi untuk mendiskreditkan pihak manapun. * Indonesia Fiksi Fantasi *

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido