Please Stay With Me

Please Stay With Me

  • WpView
    Reads 12
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Oct 29, 2020
semuanya hilang teman? keluarga?bahkan orang yang kau sayang sekarang telah tiada meninggalkan dirimu. penyesalan?ya sekarang yang aku rasakan hanya penyesalan, knp aku bodoh?kenapa aku bisa seegois ini kenapa ? kenangan bahkan masalalu semuanya susah untuk ku kubur semuanya terasa sakit,hati pikiran bahkan otak tidak selaras lagi dengan tubuhku nenek aku benar2 merindukan mu kenapa kau meninggalkan ku? mamah kenapa kau meninggalkan ku? ayah kenapa kau pergi? kakak kenapa kau hilang? dan kau kenapa kau menjauhi ku ,meninggalkan ku dan bahkan kau mengejek ku? Aku membuka pintu untuk Kalian melihat dan masuk kedalam cerita ku ...... SELAMAT MEMBACA ..... .... ... ..
All Rights Reserved
#135
zean
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Memories in Moon
  • Misunderstand
  • Last Tears [ Completed ]
  • A Second Chance #Brotherhood 3 (Complete)
  • BERSAMAKU SEBENTAR SAJA[BXB]
  • Sebuah Rasa
  • Tentang Azriel
  • ZeBara
  • Look At Me, My Husband (Hiatus)
  • Cecilia (COMPLETED)

Gadis ini menundukkan kepala membiarkan kucuran air membelai surainya. Hujan terus menggiringku untuk bermimpi, takala ia terus menyusuri tubuhku dari rambut, hingga ujung kaki. Aku hanya diam, air ini sedikit membuat ku tenang. Aku takut, aku gelisah. Aku ingin berteriak memaki keadaan. Memaki diriku. Hujan, akan kah dirimu marah jika ku maki dengan isak ku? Akankah dirimu menerima rasa takut ku? Trauma ku? Semua kegelisahan ku? Rasa tidak percaya ku akan diri ku sendiri? Adakah yang bisa menerimaku? Bulan, jika kau jadi aku, akankah tetap setegar dirimu? Apakah hujan adalah wujud kekecewaan mu pada diri sendiri? Apakah awan yang menutupi mu adalah caramu untuk menghilang? Akankah menghilang adalah wujud lelah mu? Bersembunyi dibalik awan, apakah itu bentuk ketakutan mu seperti aku takut menghadapi kenyataan? Boleh aku jadi dirimu? Jarang di lihat mata, di nanti sebelum purnama namun di sukai saat sempurna. Bulan, pernah kah kau takut akan cacian manusia yang begitu kejam? Bahkan, bintang yang dapat kau gapai bisa saja mencela mu. Rambu dari mereka selalu menusuk nurani. Hilang akal ku, hilang kepercayaan ku. Masih normalkah jika ku bilang ingin menghilang? Masih terimakah kau jika ku bilang mereka harus lenyap?

More details
WpActionLinkContent Guidelines