Kamu Satu dan Hanya Satu

Kamu Satu dan Hanya Satu

  • WpView
    Reads 6
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Mar 25, 2020
Nofan akan melakukan apapun untuk mendapatkan Dara. Nofan siap menunggu bertahun tahun untuk Dara, tanpa mendapatkan kepastian yang pasti dan jelas. Dan ketika Dara ada di satu titik dimana ia merasakan semua perjuangan Nofan. Kebingungan, kekhawatiran, tanpa kepastian, pengorbanan.
All Rights Reserved
#632
kesabaran
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ramadhan Terakhir, Nayla
  • Terjadi Sesuatu Padaku
  • Tertulis Dalam Doa
  • SAHABAT KAKAK KU ADALAH JODOH KU ~ Mimpi Indah ~ (Bersambung)
  • Melangkah Bersama Takdir Sarah
  • Doa yang tak terucap
  • Rasa Dalam Sujudku
  • HENING QADAR
  • sepuluh tahun dan selamanya
  • antara takdir dan do'aa

"Aku tidak takut mati... Aku takut pergi tanpa sempat kembali pada-Nya." Nayla Adira selalu menjalani hidup dengan bebas, mengejar ambisi dan kesenangan dunia tanpa pernah benar-benar memikirkan akhirat. Hingga suatu hari, hidupnya berubah drastis-sebuah vonis dari dokter menyatakan bahwa usianya mungkin hanya tersisa beberapa bulan. Ketakutan akan kematian membuatnya menyadari satu hal bahwa ia belum siap bertemu dengan Tuhannya. Di tengah keterbatasan waktu, Nayla bertekad menjadikan Ramadhan ini sebagai yang terbaik dalam hidupnya. Ia mulai berhijrah, memperbaiki ibadahnya, menutup auratnya, berdamai dengan masa lalunya, serta meminta maaf kepada orang-orang yang pernah ia sakiti. Namun, perjalanan hijrah tak pernah mudah. Godaan dari lingkungan, rasa takut gagal istiqamah, dan ketidakpastian akan takdirnya menjadi ujian yang harus ia hadapi. Di saat ia merasa telah berdamai dengan segalanya, muncul sebuah pertanyaan yang terus menghantui, apakah Ramadhan ini benar-benar yang terakhir baginya? Sebuah kisah tentang harapan, penyesalan, dan kesempatan untuk kembali kepada-Nya. Karena selama napas masih berembus, tidak ada kata terlambat untuk berhijrah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines