KAYASA

KAYASA

  • WpView
    Membaca 144
  • WpVote
    Vote 8
  • WpPart
    Bab 2
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sen, Jun 15, 2020
Kayasa: 'Bukannya ingin menolak,namun aku tahu bahwa bukanlah dirimu yang akan mendampingi diriku.' 'Semua yang kau lakukan secara menyakitkan ini telah memberiku pandangan bahwa kau lah yang tak layak untukku.' 'Mengapa harus memilih mu yang dulu hanya menyiakan kenangan yang berarti?sungguh bodoh.' 'Lelaki itu memang layak untukku.Bukan dirimu yang tak berarti lagi bagiku.' Kenzo: 'Semua sikapmu yang terasa special itu hanyalah sementara,bukan untuk selamanya.' 'Kesalahan memanglah sudah terjadi.Balasan ini memanglah setimpal untuk membayar semua rasamu.' Reyhan : 'Berjuang untuk menggapai apa yang kita inginkan memanglah sulit.Tapi,tak ada salahnya jika diakhir nanti kita bisa mencapai yang kita inginkan itu.' 'Cukup merasakan sakit dan merelakan diawal,dan merasakan kebahagiaan diakhir.' --------- Penasaran? Silahkan dibaca ya kaka^^ Thanks /2020.12.07 --------------- •√"Maaf ni guys,sampulnya aku nyari di Fanart,terus aku edit deh,maaf ni ya kalau ada yang sama atau pun gak suka:) [awokwok.sorry ya]
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#73
reyhan
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Vericha Aflyn ✔️
  • 1001 Luka [On Going]
  • ARETHA
  • OUR [Selesai]
  • ALASKALETTA
  • Sahabat yang Kembali (Boboiboy × You) [Ongoing]
  • Bad Boys VS pembasmi playboy [Compeleted]
  • Bahagia & Luka (END)
  • ALKANTARA || END || Belum Revisi

#Judul awal 180 degree.# Vericha Aflyn. Perempuan yang akan menginjak usia 17 tahun, dalam beberapa bulan lagi. Dia bukan perempuan yang haus akan popularitas, bukan pula perempuan polos. Dia hanya perempuan biasa-biasa saja, dengan kisah yang tak biasa. Dia hanya perempuan biasa, yang mendambakan bahagia. Orang baru dan cerita baru, menghiasi hari-harinya. Tuduhan, siksaan, dan cibiran ia dapatkan. Mampu kah dia bertahan? Atau harus menyerah dengan keadaan? ---------- "Jangan pergi! Ini perintah, bukan permintaan!" Icha kembali menutup matanya, membuat air mata yang tertahan di pelupuk matanya terjatuh. Dadanya semakin terasa sesak, mungkin kah dia bisa bertahan? "H-hanya sebentar!" pinta Icha dengan lemah. "Lo harus janji, bakalan bangun lagi!" Setelah itu Icha hanya mengangguk, lalu bersandar di dada Isan. "Lo y-yang harus bangunin gue." Isan mengelus rambut Icha lembut, hati Isan terasa di cubit, saat dia dapat mendengar suara nafas Icha yang teratur. Isan meraih tangan kanan Icha, dan langsung menempelkan di dadanya. Mencoba memberi tahu Icha, tentang keadaan hatinya. Tak berselang lama, Isan di buat terkejut. Debaran jantungnya terasa berhenti, dengan nafas yang tercekat. Tangan Icha jatuh begitu saja di pahanya, nafasnya pun terputus-putus. Isan menggelengkan kepalanya dengan air mata yang sudah bercucuran. Dia dekap erat tubuh Icha, menahannya agar tak pergi. Matanya menatap hamparan bintang, dan indahnya bulan. Memohon keajaiban, dan meminta kesempatan. Isan berteriak lantang, menyerukan nama Icha. Memanggilnya untuk kembali. "ICHA!!"

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan