Pertemuan Kembali

Pertemuan Kembali

  • WpView
    Membaca 201
  • WpVote
    Vote 21
  • WpPart
    Bab 6
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sel, Jul 7, 2020
WpInfo
Non-fiksi
Tagfake
Aku memang manusia biasa bahkan terlalu biasa. Aku memang mahluk lemah yang tak mampu berdiri diatas kaki sendiri, bahkan terlalu naif dengan topeng. Aku hanya mampu menunjukkan fake smile kepada orang sekitar ku, dunia serasa tidak menganggap ku sebagai penghuninya. Terkadang aku mati rasa, apakah setiap orang memiliki jalan hidupnya masing masing.? Apakah semua akhir dari kisah kehidupan berujung bahagia? Atau malah sebalikkya, hanya kisah yg pahit yg yerjadi yang berujung pada air mata? Seberapa keras pun aku berusaha bahkan jika aku harus mengalami penderitaan yg berat jika tak a da seorang pun mendukung aku semua nya akan siasia. Jika aku terlahir bukan untuk bahagia setidaknya izinkan aku membahagiakan orang yg aku sayang.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Alone (SELESAI)
  • LOVE is YOU
  • Crush
  • Love Me Harder (GxG)
  • Cinta Tapi Cinta?
  • SAKITNYA MENCINTAIMU GxG
  • S E N A N D I K A
  • "Biarlah: Sebuah Kisah Tentang Sunyi dan Luka"
  • YOUR HAPPINESS
  • why ?? (completed)

IQBAAL (NAMAKAMU) Awalnya aku seperti manusia normal lainnya, tidak, tidak, maksudku bukan berarti aku tidak normal. tapi aku merasa berbeda, semua terjadi setelah usiaku menginjak tujuh belas tahun. hal hal aneh mulai terjadi, apa yang seharusnya aku tidak lihat, aku melihatnya. Aku menceritakan pada keluargaku, sahabatku, bahkan pacarku, tapi tidak ada yang percaya padaku. Kegiatan sehari hariku mulai terganggu, aku bahkan kurang tidur karena terjaga setiap malam. Aku di anggap gila, aneh. Di situ aku merasa sendiri, aku merasa dunia menyudutkanku, aku sendiri.. Hingga seorang pria kini hadir di hidupku, ia adalah kakak kelasku, ternyata aku dan dirinya berada di jalan yang sama. Aku belajar banyak darinya, dari situ aku mulai bangkit, mulai menerima diriku. Ya, ini anugerah, bukan bencana seperti yang di katakan orang orang Suatu saat, salah satu sahabatku membeli kamera barunya, ia seorang youtuber yang berusaha terkenal. Namun ia mengatakan bahwa ia merasa di terror setelah membeli kamera tersebut. Aku yang mengerti, aku ingin membantunya, walaupun awalnya ia meragukanku, dan bahkan mengganggapku musrik. Aku dan sahabatku memutuskan untuk membantunya, saat itu, kami semua mendapatkan gangguan yang tidak bisa di toleril, bisakah semuanya melewati dengan baik? Kira kira gangguan seperti apa yang di alami?

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan