PATAH
  • WpView
    Reads 14
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Mar 25, 2020
WpInfo
Fiction
Social Themes
Aku Kaniya. Seorang Muslimah yang telah merasa gagal dalam hal menjaga hati. Aku menjatuhkan diriku sendiri ke dalam luka, dengan berharap kepada selain-Nya. Berulangkali aku telah diingatkan, namun aku mengabaikan ucapan mereka semua. Kisah ini adalah tentangku. Tentangku dan dia yang kini telah menjadi kenangan. Kenangan yang mengandung banyak sekali pelajaran, sehingga mungkin aku harus membagikannya agar orang lain bisa ikut mengambil pelajaran dari kisahku ini. Semoga tak ada lagi hati yang patah di kemudian hari 🍃
All Rights Reserved
#104
cintadalamdoa
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Qanita
  • [SAA 1] IKHLAS
  • LOVESTRUCK OF THE ROSES [Complete]
  • Bersama Cahaya Bintang (✔)
  • Takdir Sang Ilahi [END]
  • UNSPOKEN, YET ALWAYS FELT [ ROMANSA REMAJA ISLAMI ]
  • Asheeqa's Dream [COMPLETE]✔
  • Ad Meliora || END✓
  • Skenario Allah yang Terindah (END)
  • Hijrahku Menuju Halalku
Qanita

"Mulai sekarang kita tidak ada hubungan apa-apa. Kita jalan masing-masing dan jangan ganggu aku lagi!" Qanita Zaura Nindya, gadis berusia 20 tahun itu mematung, seluruh tubuhnya seakan kaku. Qanita berusaha untuk mencerna setiap kata yang baru saja ia dengar. Apakah itu hanya ilusi? Seseorang yang dulu sangat mencintainya dan selalu bersamanya, kini dengan santai mengucapkan kata perpisahan. "Dit, aku bisa jelasin semuanya. Apa yang kamu lihat ini salah." Qanita berusaha untuk mencegah langkah lelaki itu sekuat tenaga, tentu dengan air mata yang tidak bisa berhenti keluar dari pelupuk mata. "Raditya Evansyah. Aku mencintaimu!" Suara Qanita begitu lantang mengucapkan kata cinta kepada lelaki yang kini meninggalkannya. Namun lelaki itu tidak memedulikannya sama sekali, ia terus berjalan tanpa beban. Pantaskah Qanita menangisi lelaki seperti itu? Pantaskah dia mempertahankan cinta yang hanya menimbulkan luka? Saat Qanita sudah hancur, semua yang ada di angannya pun hilang, lenyap begitu saja. Bagai mimpi tapi ini nyata! Kepingan indah kini berserakan tak ada harganya, bagaimana Qanita bisa menyatukan kembali mimpi itu dalam genggaman rida Allah. Hancur adalah titik paling menyakitkan dalam hidup! Sertakan sumber jika ingin mengutip tulisan sederhana ini. -Allah Maha Melihat- Start 17 November 2019 Finish --

More details
WpActionLinkContent Guidelines