Frequency | END ✓

Frequency | END ✓

  • WpView
    Membaca 402
  • WpVote
    Vote 104
  • WpPart
    Bab 18
WpMetadataReadLengkap Kam, Jan 27, 2022
WpInfo
Fiksi
Romansa
Zena Kusumanegara, gadis SMA yang tak memiliki kehangatan dalam keluarga memiliki orang tua yang sangat profesional dalam karier. Membuatnya mendobrak dirinya melangkahkan kaki menuju kota Surakarta dari hiruk pikuk kehidupan urban tanah Jakarta hingga bertemu lelaki jangkung PD radio Orient. Xelo Prawira, pemuda cerdas dan tampan, announcer radio, selalu diimpikan banyak gadis atas kepopulerannya. Besar di tangan seorang ibu sambung, guru konseling dimana dia bersekolah. Rasa sakit hati terhadap ibu tirinya membuat makna pacaran hanya sebatas rasa empati, hingga bertemu gadis yang bisa merubah rasa dalam dirinya. Berlatar belakang tahun 2012 dimana radio masih mengudara dengan eksistensinya mencari frekuensi hati para pendengar hingga menemukan rasa di setiap siarannya. Enjoy!
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#16
announcer
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Love Maze
  • KENZOYA
  • Secret Admirer || UN1TY × StarBe [END]
  • Aldo Dan Muthe ( Almuth )
  • Cold and Careless [END]
  • QUEEN ZELLA
  • Embrace the journey
  • ROCKING
  • •LOVE MISTAKE• Heesun✓

Kalau Silla tahu lebih awal makna menjalin hubungan dengan Kenzo seperti apa, mungkin ia akan mempertimbangkannya lebih dulu. Mereka berpacaran tapi rasanya seperti cinta bertepuk sebelah tangan. Di awal mungkin Silla bisa menerima saja apa yang Kenzo lakukan. Sampai pada satu titik ia merasa lelah ditambah hadirnya sosok Adnan dengan segudang perhatiannya. Silla menyukai Kenzo tapi Adnan menawarkan manisnya kisah cinta remaja. Mampukah ia bertahan dengan sikap Kenzo yang terlampau dingin? Atau memilih berpindah hati pada Adnan yang humoris? ✍️✍️ "Dia bilang apa aja sama lo?" tanya kak Ken kesekian kali nya. "Kak Ken, tahu dari mana?" cicit ku menggigit bibir bawah. "Gue cowok lo bukan?" hardik kak Ken membuat ku mengerutkan dahi dengan dada yang terasa sesak. "Maaf." ✍️ ✍️

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan