THE CONNECTION

THE CONNECTION

  • WpView
    Reads 401
  • WpVote
    Votes 102
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Aug 20, 2020
Andin adalah Andin. Bukan sekedar Andin biasa, kalau kata orang Andin itu ceria dan humble. Tapi penakut. Cicak, gelap. Andin nggak suka itu semua, tapi Andin paling suka coklat, gulali, dan semua yang manis-manis. Termasuk Gara, iya. Gara temen seangkatan Andin yang baru tahu kalau ada orang bernama Andinya Mayang satu bulan setelah naik kelas sebelas. Sedangkan Gara, adalah mahluk menjengkelkan yang jarang bicara, tapi sialnya selalu ganteng dan manis dalam keadaan apapun, Andin pernah ngegep Gara lagi bobo ngorok, tapi sialnya bagi Andin saat itu kegantengan Gara bertambah berkali-kali lipat. Gara suka pedes, motor, dingin dan gelap. Tapi nggak gelap-gelapan. Gara nggak suka manis, tapi suka kalau liat Andin lagi bertingkah manis. *** "Ndin." "Hm" Andin hanya berdehem, berusaha mengunyah jelly didalam mulutnya. "Gue suka sama lo." "Gue, tau." Jawab Andin enteng. "Terus?" "Terus apanya, Gar? Lo ngomong begitu juga bukan jaminan lo nggak ninggalin gue kayak waktu itu kan?" ..................................................................
All Rights Reserved
#120
andin
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sayang
  • [Bukan] Couple Goals [SUDAH TERBIT]
  • ON SIGHT (Completed)
  • PUSPAJALA (Hiatus)
  • DRABIA [END]
  • RAJAWALI
  • CRUSH [END]
  • Pak Denta Sarange! (On Going)
  • Cuaca
  • TANTAN ; with you [ ON GOING ]
Sayang

TERBIT 📖 - "Siapa yang bernama Sayang di sini?" teriak panitia itu, membuat sebagian orang di sana menahan tawa sekaligus penasaran. "Ayo ngaku aja." Alya mengangkat wajahnya. "Sayang...," panggil cowok itu lagi, membuat Alya melihat ke sekelilingnya. "Nggak usah cari ke sana kemari karena yang namanya Sayang itu kan elo." Alya mengernyit. Geli. Dia menatap cowok itu. Kernyitan di dahinya semakin dalam saat cowok itu melihat ke arahnya sembari tersenyum. "Halo, Sayang?" Cowok itu mengangkat tangannya. "Kenalin, gue Arya." Mulai hari itu, Alya tak tahu bahwa kehadiran Arya ke depannya akan memberi warna dalam hidupnya. Warna-warni. Dan jangan lupakan kelabu. copyright©2019, sirhayani

More details
WpActionLinkContent Guidelines