ADMIRER
  • WpView
    Reads 959
  • WpVote
    Votes 70
  • WpPart
    Parts 15
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, May 15, 2020
WpInfo
Non-Fiction
Diamm!! Ada kata yang sebaiknya tak di katakan.ada rasa yang sebaiknya tak diungkapkan. Dan Terkadang, mencintai dalam diam adalah pilihan yang tepat. Datangnya perasaan cinta pun terkadang tak disangka. Terkadang cinta sulit diungkapkan dan tak dapat tersampaikan. Mungkin kamu salah satu yang pernah merasakan? Memendam perasan cinta dalam diam terhadap orang yang kamu kenal sejak lama seperti sahabat atau pun teman Karena biasanya perasaan cinta melalui proses bertahap dan tidak terjadi secara tiba-tiba pada orang yang baru dikenal.
All Rights Reserved
#477
admirer
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Erlangga
  • SECRET ADMIRER [END]
  • Sebelum Pagi
  • [LAD] → Love And Destiny
  • Waktu dan Cinta
  • Badai, Kapan Berlalu?
  • Kau Tidak Pernah Tahu
  • Rahasia Hati (END)
  • Cinta Dalam Diam [COMPLETED]
Erlangga

Erlang selalu berpikir bahwa cinta adalah sesuatu yang bisa ia genggam erat. Bahwa ketika dua orang saling mencintai, mereka akan tetap bertahan, apa pun yang terjadi. Tapi nyatanya, itu hanya keyakinan naif yang perlahan hancur di hadapannya. Pacarnya pergi karena dia sudah menemukan yang baru. Semua janji, semua rencana masa depan, semuanya runtuh dalam sekejap. Erlang hanya bisa menatap kepergiannya, bertanya dalam hati, "Apa aku kurang baik?" Belum juga ia berdamai dengan kehilangan itu, takdir menamparnya lebih keras. Sahabatnya, satu-satunya orang yang mengerti dia tanpa banyak bicara, pergi-bukan karena memilih, tapi karena kehidupan memutuskan demikian. Kali ini, kepergian itu benar-benar untuk selamanya. Tidak ada kesempatan untuk meminta maaf, tidak ada lagi tawa yang bisa dibagi. Ditinggalkan oleh orang yang ia cintai, kehilangan orang yang selalu ada untuknya-Erlang berpikir, mungkinkah ia memang ditakdirkan untuk sendiri? Namun, di tengah kehancurannya, ada satu orang yang tetap di sisinya. Seseorang yang tak banyak bicara, tapi selalu tahu kapan harus mendengar. Sahabat yang tidak pernah menjanjikan apa pun, tapi selalu ada tanpa diminta. Dan dari sana, tanpa Erlang sadari, luka yang ia pikir tak akan sembuh perlahan mulai menemukan cahaya. Cinta yang ia kira sudah mati, ternyata masih punya kesempatan untuk hidup kembali. Apakah Erlang siap membuka hatinya lagi? Atau masa lalu akan terus menghantuinya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines